Napi Lapas Jambi Tewas Gantung Diri

ILUSTRASI: Napi Lapas Kelas IIA Jambi tewas gantung diri.-ist/jambi independent-

JAMBI,JAMBIKORAN.COM - Seorang narapidana Lapas Kelas IIA Jambi ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri pada Minggu pagi, 30 November 2025. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 4.30–6.00 WIB itu sontak membuat warga binaan lainnya geger.

 

Korban diketahui berinisial HR (52), warga Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Ia merupakan napi kasus narkoba yang sedang menjalani masa hukuman. HA ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di kamar mandi dalam sel tahanannya.

 

Kabar tersebut dibenarkan Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar melalui Kasat Reskrim Kompol Hendra Wijaya Manurung. Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh rekannya sesama warga binaan.

 

“Korban ditemukan pagi-pagi oleh rekannya,” ujar Kompol Hendra.

 

Ia menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal serta visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Ini murni bunuh diri, karena tidak ada tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.

 

Pihak keluarga yang telah dihubungi memilih menolak autopsi.

 

“Jenazah dikembalikan ke pihak keluarga,” tambah Hendra.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Batara Hutasoit, juga membenarkan hal tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban melakukan aksi bunuh diri di dalam sel dan pihak Lapas langsung berkoordinasi dengan kepolisian serta tim medis.

 

“Benar, warga binaan atas nama HR melakukan aksi bunuh diri di dalam sel. Pemeriksaan oleh tim Inafis sudah dilakukan. Kami sudah koordinasi dengan Polsek Kotabaru. Tidak ada dugaan sama sekali, memang ada riwayat penyakit,” kata Batara.

 

Setelah diperiksa, jenazah HR dibawa ke rumah sakit polisi sebelum diserahkan kepada Polsek Kotabaru untuk penanganan lebih lanjut.

 

Sementara itu Kotabaru, Kompol Jimi Fernando, juga membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, keluarga korban menolak dilakukan autopsi sehingga jenazah langsung diserahkan kembali.

 

“Kita kembalikan jenazah ke pihak keluarga karena mereka menolak untuk diautopsi. Dugaan sementara bunuh diri,” ujarnya.

Meski indikasi awal mengarah pada bunuh diri, pihak Lapas dan Kepolisian masih melakukan pendalaman terkait latar belakang, kondisi psikologis, serta rangkaian kejadian yang membuat korban nekat mengakhiri hidupnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan