Prabowo Pastikan Kapal Besar Sudah Sandar di Sibolga, Hercules Terbang Tiap Hari Bawa Bantuan ke Wilayah Terda

Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi (kanan) dan Seskab Tedy Indra Wijaya (kiri) menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Bandara Raja Sisingamangaraja XII usai mengunjungi Tapanuli Tengah, di Tapanuli Utara, Sumatera Utara-ANTARA FOTO/Galih Pradipta. -

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa distribusi bantuan untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara kini berjalan lebih lancar setelah kapal berukuran besar berhasil merapat di pesisir Sibolga. Langkah ini menjadi krusial mengingat jalur darat ke wilayah tersebut masih terputus akibat bencana.

Saat meninjau pengungsi di Tapanuli Tengah, Senin (01/12), Presiden Prabowo juga memastikan bahwa pesawat angkut TNI AU Hercules beroperasi setiap hari untuk membawa bantuan logistik ke daerah terdampak di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

“Kapal besar sudah bisa merapat di Sibolga. Hercules terus kita kerahkan, mungkin setiap hari beberapa titik bisa didaratkan,” ujar Prabowo di posko pengungsian GOR Pandan, Tapanuli Tengah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto pada kesempatan terpisah menyampaikan dua daerah di Sumatera Utara, yaitu Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah, menjadi perhatian serius pemerintah karena jalur darat menuju dua lokasi itu masih terputus.

BACA JUGA:16 Ruas Jalan Provinsi di Sumbar Rusak Akibat Bencana Hidrometeorologi, 54 Titik Alami Kerusakan Serius

BACA JUGA:Bupati Dedy Putra Kumpulkan Camat hingga Rio se-Kabupaten Bungo

Akibatnya, dua daerah itu sempat terisolasi dan hanya dapat diakses melalui udara dan laut selama beberapa hari sejak banjir bandang dan longsor menerjang dua wilayah tersebut pada Selasa (25/11) pekan lalu.

Terlepas dari itu, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah menempuh seluruh upaya untuk membuka akses itu sehingga daerah-daerah di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah tidak lagi terisolasi.

"Ada beberapa desa yang terisolasi, insyaallah kita bisa tembus," ujar Presiden Prabowo.

Setidaknya, ada 28 helikopter dari TNI, Polri, dan Basarnas yang dikerahkan untuk mengangkut bantuan dan menyalurkannya ke sejumlah daerah terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

BACA JUGA:Bupati M. Syukur Lepas 400 Paket Bantuan PKDP untuk Korban Bencana Sumbar, Donasi Pribadi Ikut Mengalir

BACA JUGA:Sarolangun Resmi Bentuk 80 Relawan Pemadam Pemerintah Warning Warga Soal Ancaman Kebakaran

Kemudian, ada juga pesawat angkut TNI AU, seperti Hercules C130 dan A400M. Sementara TNI Angkatan Laut juga mengerahkan enam kapal perang (KRI) untuk membantu evakuasi dan pengiriman bantuan.

"KRI yang dikerahkan, yaitu kapal bantu rumah sakit KRI dr. Soeharso-990, KRI Semarang-594 untuk mendukung pengiriman logistik, pergeseran pasukan, serta evakuasi korban, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531, dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 yang siap membawa bantuan berupa bahan kontak, tenda lapangan, peralatan kesehatan, dan perahu karet.

Selain itu, dikerahkan juga KRI Brawijaya-320 dalam penanggulangan bencana alam ini," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tunggul kepada wartawan di Jakarta, Jumat (28/11).

Kapal-kapal tersebut berlayar dari Jakarta dan Surabaya menuju Nias dan Belawan mulai 29 November sampai 1 Desember 2025.

Pada kesempatan terpisah di Bandara Raja Sisingamangaraja XII/Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Senin, Presiden Prabowo lanjut menyampaikan cuaca di wilayah Sumatera juga diprediksi mulai membaik sehingga diharapkan bantuan dapat lebih cepat dan lancar didistribusikan kepada para pengungsi.

"Ya kita bersyukur cuaca membaik ramalannya, juga yang terburuk sudah lewat," sambung Presiden Prabowo. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan