Banjir Tewaskan Bocah Usia 4 Tahun, Walikota Maulana Sampaikan Belasungkawa

SALAT ZENAZAH: Wali Kota Jambi, Maulana menjadi imam saat salat jenazah korban banjir Aisyah (4).-RIZAL ZEBUA/JAMBI INDEPENDENT-

JAMBI,JAMBIKORAN.COM – Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Aisyah (4), bocah perempuan yang hanyut terseret arus drainase saat hujan lebat mengguyur Kota Jambi, Jumat sore (12/12).
Wali Kota Maulana langsung mendatangi rumah duka untuk bertakziah dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. 

BACA JUGA:Bantuan Rp1,2 Miliar dari Jambi Tiba di Padang, Wali Kota Maulana Cek Kondisi Posko Banjir
Ia mengaku sangat terpukul atas musibah tersebut, mengingat usia korban yang masih sangat belia.
“Kami sangat berduka. Usia korban masih sekitar empat hingga lima tahun. Ini tentu menjadi duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kita semua,” ujar Maulana saat ditemui di rumah duka, Sabtu (13/12).

BACA JUGA:Maulana: Kita Siapkan Bantuan Darurat Untuk Korban Banjir Sumatera
Maulana juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses pencarian korban, meski dilakukan dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR gabungan, Basarnas, Damkartan, BPBD, TNI, Polri, serta seluruh masyarakat yang ikut membantu. Terutama kepada Kapolresta Jambi, Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, yang turun langsung dan bekerja keras di tengah hujan untuk mencari keberadaan korban,” katanya.
Ia menambahkan, meski jasad korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, upaya maksimal yang dilakukan seluruh tim patut diapresiasi.
“Alhamdulillah, Aisyah akhirnya berhasil ditemukan. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” tutup Maulana.

BACA JUGA:Siaga Hadapi Potensi Banjir dan Tanah Longsor
Pencarian terhadap Aisyah berakhir pada Sabtu pagi (13/12) sekitar pukul 09.00 WIB, setelah Tim SAR gabungan menemukan jasad korban di RT 14, Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kota Jambi.
Korban ditemukan dalam kondisi tersangkut di semak-semak di sepanjang aliran drainase, dengan jarak sekitar lima kilometer dari lokasi awal kejadian.
Komandan Tim Kantor SAR Jambi, Djunianto, membenarkan penemuan tersebut.
“Korban ditemukan sekitar pukul 9.00 WIB, berjarak kurang lebih lima kilometer dari lokasi awal hanyut. Saat ditemukan, korban dalam kondisi meninggal dunia dan tersangkut di semak-semak,” jelasnya.
Setelah dievakuasi, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa tragis ini terjadi saat hujan lebat mengguyur Kota Jambi pada Jumat sore (12/12). Hujan deras menyebabkan sejumlah wilayah tergenang banjir.
Di tengah hujan tersebut, Aisyah diduga terpeleset saat bermain hujan di Perumahan Sigasland RT 45, Kecamatan Kota Baru, sekitar pukul 16.00 WIB, lalu terseret arus drainase.

BACA JUGA:Banjir Sebabkan Berbagai Penyakit
Laporan kejadian diterima Kantor SAR Jambi dari Camat Kota Baru pada pukul 18.30 WIB. Sebanyak 8 personel rescuer langsung dikerahkan dan tiba di lokasi pukul 18.55 WIB.
“Tim langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran drainase,” kata Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa.
Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas Jambi, Polresta Jambi, BPBD Kota Jambi, Damkartan Kota Jambi, serta dibantu masyarakat setempat. 
Pencarian dilakukan dengan dukungan peralatan seperti rescue car, rubber boat, drone, serta alat komunikasi dan navigasi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan