Hanya 9 Orang Menjaga Satu Kabupaten
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Andri Yushar Andria.-SEPTIN RITA ANDINI/JAMBI INDEPENDENT-
JAMBI,JAMBIKORAN.COM - Di balik luasnya kawasan hutan Jambi yang mencapai 43 persen, dari total daratan Provinsi Jambi, terdapat persoalan serius yang dibeberkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Andri Yushar Andria. Ia mengungkapkan bahwa upaya perlindungan hutan masih terkendala keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di lapangan.
Andri mengatakan total personel Dinas Kehutanan saat ini hanya 290 orang yang harus tersebar di 11 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan satu Tahura. Ketimpangan jumlah personel ini paling mencolok terlihat di wilayah KPH Tanjab Timur.
BACA JUGA:43 Persen Daratan Masih Kawasan Hutan
BACA JUGA:Bantuan Bencana Segera Dikirim
“Di KPH Tanjung Jabung Timur itu tinggal sembilan orang personelnya sekarang, dan sembilan orang itu yang menghandle satu kabupaten penuh. Di situlah kepala KPH nya, kepala seksinya dan staf cuma satu. Itu faktanya,” kata Andri.
Ia juga menegaskan bahwa jumlah tersebut jauh dari ideal. Berdasarkan analisis kebutuhan jabatan dan beban kerja, jumlah penyuluh dan petugas pengelola hutan seharusnya mencapai ratusan orang. Namun saat ini penyuluh yang aktif hanya 34 orang.
BACA JUGA:Banjir Tewaskan Bocah Usia 4 Tahun, Walikota Maulana Sampaikan Belasungkawa
BACA JUGA: Tim Penilai Adipura Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tinjau TPST Renah Kayu Embun
Sementara itu keterbatasan SDM tersebut juga diperparah dengan minimnya sarana prasarana dan anggaran operasional. Meski begitu Andri memastikan bahwa pihaknya tidak patah semangat.
“Ini bukan keluhan tapi realitas. Justru memacu kami agar lebih kreatif. Perlindungan hutan harus jalan meskipun tantangannya besar,” katanya.
Dinas Kehutanan tetap menjalankan berbagai langkah pencegahan mulai dari patroli, sosialisasi karhutla, hingga edukasi deforestasi di tingkat desa. Upaya kolaborasi dengan instansi terkait dan lembaga swadaya masyarakat terus diperkuat agar pengawasan hutan tetap optimal. (mg09/enn)