Musim Baru, Wajah Baru: AZARINE DBL Dance Ramaikan DBL 2026 Jambi
DBL Dance Kini di Bawah Naungan AZARINE, Warnai Honda DBL 2026 Jambi--
JAMBI, JAMBIKORAN.COM – Pembaruan penting mewarnai pelaksanaan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jambi. Mulai musim ini, kompetisi dance resmi berada di bawah naungan AZARINE dan menggunakan nama AZARINE DBL Dance. Hal tersebut disampaikan dalam Technical Meeting Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jambi yang digelar di Sinar Sentosa, Kota Jambi.
Technical meeting yang berlangsung lancar tersebut diikuti puluhan tim basket, tim dance, serta perwakilan suporter dari sekolah-sekolah peserta DBL Jambi 2026. Kegiatan ini menjadi tahapan krusial menjelang bergulirnya kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia.
Perwakilan DBL Indonesia, Dwiatma Dirgantara, menjelaskan bahwa pembaruan musim ini terdapat pada sektor dance, sementara regulasi pertandingan basket tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pembaruan ada di dance. Sekarang namanya AZARINE DBL Dance. Untuk basket masih sama seperti musim lalu,” ujar Dirga.
Ia menambahkan, regulasi pertandingan basket di DBL Jambi 2026 tetap menggunakan sistem gugur. Pada musim ini, kompetisi diikuti oleh 36 tim basket kategori 5x5 yang terdiri dari 22 tim putra dan 14 tim putri. Sementara kategori 3x3 diikuti oleh 24 tim, masing-masing 16 tim putra dan delapan tim putri.
Terkait persaingan, Dirga menilai kekuatan tim-tim basket di Jambi relatif merata. Kondisi tersebut membuka peluang munculnya juara baru, baik di kategori putra maupun putri.
“Calon juara sulit ditebak karena dari tahun ke tahun bisa berubah. Ini menunjukkan kualitas tim di Jambi cukup seimbang,” katanya.
Selain membahas teknis pertandingan dan dance, DBL Indonesia juga memberikan perhatian khusus kepada para suporter. Edukasi serta aturan suporter turut disampaikan guna menjaga keamanan dan kenyamanan selama kompetisi berlangsung.
“Technical meeting ini bukan hanya untuk tim basket dan dance, tetapi juga untuk suporter. Kami ingin suporter memahami batasan yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat mendukung timnya,” kata Dirga.
Ia menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan suporter dapat berdampak langsung kepada tim yang didukung. Sanksi tidak hanya diberikan kepada suporter, tetapi juga dapat berimbas pada tim basket maupun tim dance, bahkan hingga diskualifikasi.
Untuk aturan suporter, Dirga memastikan tidak ada perubahan dari musim sebelumnya. DBL tetap mengedepankan faktor keamanan dan keselamatan seluruh pihak serta bekerja sama dengan kepolisian selama kompetisi berlangsung.
Dengan suksesnya pelaksanaan technical meeting ini, Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Jambi diharapkan berjalan sesuai jadwal serta menghadirkan kompetisi basket dan dance pelajar yang kompetitif dan berkualitas.(*)