Pemkot Bakal Punya Armada Baru, Strategi untuk Atasi Masalah Sampah

SAMPAH: Kondisi sampah yang kian menumpuk di TPA Talang Gulo.-DOK/JAMBI INDEPENDENT-

JAMBI,JAMBIKORAN.COM – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat penanganan persoalan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Mulai 1 April 2026, Pemkot Jambi akan menggandeng pihak ketiga untuk mengelola 20 unit armada angkutan sampah yang difokuskan khusus pada kegiatan pengangkutan.
Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan kerja sama tersebut telah memasuki tahap akhir setelah surat permohonan resmi ditandatangani.
Armada yang akan dioperasikan nantinya dilengkapi dengan sistem pelacakan berbasis Global Positioning System (GPS).
“Kendaraan ini dilengkapi sistem pelacakan, sehingga tidak bisa digunakan ke mana-mana. Fokusnya hanya untuk mengangkut sampah. Kemungkinan besar akan ada sekitar 20 truk baru,” ujar Maulana di Aula Griya Mayang, Rabu (4/2).
Armada tersebut akan bertugas mengangkut sampah dari depo menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sanitary Landfill Talang Gulo, serta dari titik-titik pengumpulan berbasis masyarakat, seperti gerobak motor Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).
Seiring dengan itu, Pemkot Jambi juga mulai menjalankan Program Kampung Bahagia, di mana setiap RT diwajibkan memiliki bentor atau gerobak motor pengangkut sampah yang dibeli melalui dana program tersebut. 
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan sistem OPBM di tingkat lingkungan.
Maulana menyebutkan, Kecamatan Pelayangan menjadi wilayah pertama yang menerapkan sistem OPBM secara penuh. Program tersebut dijadwalkan akan segera diresmikan.
“Satu kecamatan sudah berjalan. Tidak ada lagi sampah yang dibuang di luar rumah. Petugas memungut sampah dari rumah ke rumah menggunakan gerobak motor,” jelasnya.
Ke depan, program OPBM akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Jambi. Pemerintah menargetkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari sumber sampah di tingkat rumah tangga hingga pengangkutan ke TPA.
“Kita tangani dari hulu ke hilir. Memang butuh waktu karena ini juga menyangkut perubahan perilaku masyarakat. Namun saya yakin program ini akan berjalan. Target kita Kota Jambi menjadi kota bersih, tidak ada lagi sampah berserakan, dan tempat pembuangan sementara di tepi jalan akan kita tutup seluruhnya,” tegas Maulana.
Berdasarkan pemetaan kebutuhan, total sebanyak 352 unit gerobak motor OPBM dibutuhkan untuk melayani seluruh wilayah Kota Jambi. Rinciannya, Kecamatan Alam Barajo membutuhkan 63 unit, Paal Merah 58 unit, Kota Baru 53 unit, Jambi Timur 35 unit, Jelutung 30 unit, Jambi Selatan 29 unit, Telanaipura dan Pelayangan masing-masing 23 unit, Danau Sipin 22 unit, Danau Teluk 9 unit, serta Pasar Jambi 7 unit.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan 20 unit armada angkutan sampah tersebut akan dikelola melalui kerja sama dengan pihak swasta menggunakan sistem sewa, dengan pembiayaan bersumber dari APBD Kota Jambi.
“Skema ini lebih efisien karena pemerintah tidak menanggung biaya perawatan dan pemeliharaan armada,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Jambi juga telah mengajukan permohonan bantuan 23 unit armada angkutan sampah kepada Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Pengajuan tersebut dilakukan mengingat sebagian armada yang saat ini dimiliki sudah tidak layak operasional.
“Surat permohonan sudah disampaikan oleh Pak Wali Kota. Kita berharap bantuan tersebut dapat memperkuat armada persampahan Kota Jambi,” pungkas Mahruzar.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan