Pemkot Jambi Dukung Program Gentengisasi, Maulana: Jika Jadi Program Nasional
GENTENG: Tampak kondisi genteng-genteng di wilayah Jambi Selatan.-RIZAL ZEBUA/JAMBI INDEPENDENT-
JAMBI,JAMBIKORAN.COM - Wali Kota Jambi, Maulana, menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Jambi untuk mendukung dorongan Presiden Prabowo Subianto terkait gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng tanah liat atau gentengisasi.
Namun demikian, Pemkot Jambi masih menunggu arahan teknis dan kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat sebelum penerapan secara menyeluruh di daerah.
Hal tersebut disampaikan Maulana usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah.
Menurutnya, terdapat sejumlah poin penting yang dibahas dalam Rakornas, mulai dari pengelolaan persampahan hingga gagasan gentengisasi nasional.
“Dalam Rakornas ada beberapa poin penting, termasuk soal persampahan yang di Kota Jambi sudah berjalan, dan juga dorongan Presiden terkait gentengisasi. Presiden ingin rumah-rumah di Indonesia terlihat lebih indah dari tampilan atapnya,” ujar Maulana.
Maulana menjelaskan, Presiden Prabowo secara khusus menyoroti masih banyaknya rumah warga yang menggunakan atap seng berkarat.
Selain dinilai kurang estetis, atap seng juga dianggap tidak sehat karena menimbulkan panas berlebih dan mudah rusak.
“Presiden mengkritik rumah-rumah dengan atap seng yang berkarat karena tidak sehat dan kurang nyaman. Kalau nanti ini menjadi program nasional, tentu akan kita dorong di daerah,” katanya.
Sebagai langkah awal, Pemkot Jambi berencana menyiapkan imbauan dan surat edaran yang mengacu pada instruksi pemerintah pusat, sembari menunggu regulasi dan petunjuk teknis yang lebih pasti.
“Kita akan membuat imbauan atau edaran kepada camat, lurah, dan pihak terkait lainnya, termasuk pengembang perumahan yang akan membangun rumah baru, agar mengikuti aturan yang nantinya ditetapkan,” jelas Maulana.
Ia menambahkan, penerapan kebijakan tersebut juga perlu mempertimbangkan ketersediaan bahan baku dan jenis genteng yang akan digunakan.
Berdasarkan informasi sementara, genteng tanah liat seperti yang dicontohkan Presiden belum diproduksi di Kota Jambi.
“Dari gambar yang diperlihatkan Presiden, itu genteng tanah liat. Di Kota Jambi produksinya belum ada, dan memang ada kendala pada ketersediaan tanah liat yang cocok,” ungkapnya.
“Tapi kita masih menunggu arahan Presiden terkait jenis genteng yang akan digunakan,” ujarnya.
Selain membahas gentengisasi, Maulana juga menegaskan komitmen Pemkot Jambi dalam menjaga kebersihan dan ketertiban kota.
Ia menyebutkan bahwa koordinasi lintas instansi, termasuk dengan kepolisian dan kejaksaan, telah berjalan melalui program gerakan Jumat Bersih.
“Untuk kebersihan dan ketertiban, kita sudah berkoordinasi dengan Kapolda, Kejati, dan unsur terkait lainnya melalui gerakan bersih, salah satunya Jumat Bersih,” kata Maulana.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong lahirnya gerakan nasional penggantian atap seng menjadi genteng tanah liat sebagai upaya mempercantik wajah Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Gagasan tersebut disampaikan saat membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Presiden menilai dominasi atap seng membuat lingkungan terlihat kurang indah serta menurunkan kenyamanan hunian karena sifatnya yang panas dan mudah berkarat.
Ia pun mengusulkan agar program gentengisasi nasional melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai basis produksi genteng di daerah.
Presiden berharap, melalui program tersebut, dalam dua hingga tiga tahun ke depan wajah permukiman di Indonesia dapat berubah menjadi lebih tertata, indah, dan sehat.