Semua Jalan dan Jembatan Nasional Pulih Pascabencana
SATGAS: Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran (tengah), dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (4/2).-ist/jambi independent-
JAKARTA,JAMBIKORAN.COM - Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera memastikan akses jalan dan jembatan nasional di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah pulih dan berfungsi 100 persen.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran, dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu.
“Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, jalan dan jembatan untuk tingkat nasional ini sudah berfungsi secara keseluruhan 100 persen,” kata Amran.
Menurutnya, pemulihan konektivitas darat menjadi salah satu fokus utama pemerintah pascabencana, mengingat peran vital infrastruktur jalan dan jembatan dalam mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi logistik.
Tidak hanya jalan nasional, seluruh jembatan nasional di tiga provinsi terdampak bencana tersebut juga telah berfungsi normal dan siap menopang aktivitas masyarakat.
“Semuanya berfungsi 100 persen, baik jalan maupun jembatan di tingkat nasional,” ujarnya.
Amran menjelaskan, percepatan pemulihan konektivitas darat turut didukung oleh keterlibatan TNI dan Polri melalui pembangunan serta perbaikan jembatan darurat dan jembatan perintis.
Di Provinsi Aceh, TNI Angkatan Darat telah menyelesaikan pembangunan 23 jembatan jenis bailey dan ampo. Selain itu, tiga jembatan perintis telah rampung, sementara 12 jembatan perintis lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Sementara di Provinsi Sumatera Utara, dua jembatan bailey telah selesai dibangun dan dua jembatan bailey lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Adapun di Provinsi Sumatera Barat, sebanyak 10 jembatan bailey telah rampung dibangun dan satu jembatan bailey masih dalam tahap pembangunan.
Amran menegaskan, secara keseluruhan perbaikan konektivitas darat di wilayah terdampak bencana terus berjalan untuk memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali normal serta mendukung percepatan pemulihan ekonomi di kawasan tersebut.