Danau Kerinci Sempat Mengering, Kini Air Mulai Naik—Ini Fakta Sebenarnya!
Tampak debit air Danau Kerinci mulai berangsur naik, Setelah sempat mengalami penyusutan drastis. -ist-
KERINCI, JAMBIKORAN.COM – Setelah sempat mengalami penyusutan drastis, debit air Danau Kerinci kini mulai menunjukkan peningkatan. Pantauan di lapangan memperlihatkan permukaan air yang perlahan kembali menutup area yang sebelumnya terlihat mengering, terutama di kawasan wisata Sanggaran Agung.
Selama kurang lebih satu bulan terakhir, danau terbesar di Provinsi Jambi itu mengalami penurunan debit yang cukup signifikan.
Garis air tampak surut jauh dari bibir danau, membuat sebagian dasar yang biasanya terendam menjadi terlihat jelas. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran dan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Sejumlah warga menduga penyusutan terjadi akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Ada pula yang mengaitkannya dengan proyek normalisasi sungai di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
BACA JUGA:Sungai Batanghari Bangkit di Layar Lebar, Film Mantagi Bongkar Misteri Air dan Luka Alam Jambi
Tak sedikit juga yang menyoroti operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Batang Merangin sebagai penyebab turunnya permukaan air.
Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola PLTA Merangin Hidro membantah tudingan tersebut. Humas perusahaan, Asroli, menjelaskan bahwa kebutuhan air untuk operasional pembangkit tidak sepenuhnya bersumber dari danau.
Sekitar 40 persen suplai air berasal dari Danau Kerinci, sementara 60 persen lainnya dipasok dari aliran Sungai Batang Merangin dan beberapa anak sungai di sekitar lokasi pembangkit.
Menurutnya, operasional PLTA tidak berpengaruh langsung terhadap penurunan debit air danau. Ia memastikan bahwa fluktuasi yang terjadi lebih dipengaruhi faktor alam, terutama kondisi cuaca dan intensitas hujan.
BACA JUGA:Harga Pangan di Sarolangun Stabil, Ada Lonjakan Harga Cabai dan Daging Menjelang Ramadan
BACA JUGA:Menlu RI Tegaskan Dukungan terhadap Palestina
Meski sempat menjadi polemik, penyusutan air danau ternyata membawa dampak positif bagi sebagian petani di sekitar kawasan.
Lahan yang biasanya tergenang air bisa dimanfaatkan sementara waktu untuk bercocok tanam. Namun demikian, warga tetap berharap kondisi danau segera kembali normal demi menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sektor pariwisata.