Hasil Uji Laboratorium Belum Diungkap, Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Muarojambi
Sekda Muarojambi, Budhi Hartono.-DOK/JAMBI INDEPENDENT-
MUAROJAMBI,JAMBIKORAN.COM - Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengakui telah menerima hasil uji laboratorium sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti, yang diduga menjadi sumber keracunan massal di Kecamatan Sekernan. Namun, hasil pemeriksaan tersebut belum dipublikasikan.
Peristiwa dugaan keracunan terjadi pada Jumat (30/1). Ratusan warga di Kecamatan Sekernan dilaporkan mengalami gejala serupa seperti mual, muntah, dan diare tak lama setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti.
Korban berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari siswa sekolah, guru, hingga balita. Sebagian korban sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat, sementara lainnya menjalani perawatan mandiri dengan pengawasan petugas kesehatan.
Sekretaris Daerah Muarojambi, Budhi Hartono membenarkan bahwa hasil uji laboratorium telah diterima oleh Satuan Tugas MBG setempat. Ia juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Kabupaten Muaro Jambi.
“Iya benar sudah keluar,” ujar Budhi Hartono.
Meski demikian, ia belum bersedia mengungkapkan isi laporan hasil uji laboratorium tersebut kepada publik. Menurutnya, hasil tersebut akan dibahas terlebih dahulu dalam rapat bersama tim sebelum diumumkan secara resmi.
“Nanti saja, jangan sekarang. Hasil uji lab tersebut akan kami buka dalam rapat bersama tim. Dalam waktu dekat akan kami rilis hasilnya,” tegasnya.
Sebelumnya, insiden ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait kualitas dan keamanan makanan dalam program MBG yang digulirkan pemerintah. Sejumlah pihak meminta transparansi hasil uji laboratorium, guna memastikan penyebab pasti kejadian serta mencegah insiden serupa terulang.
Pemerintah daerah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, distribusi, hingga pengawasan makanan di dapur SPPG Sengeti. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan pangan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.