JAMBI, JAMBIKORAN.COM – Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H Siregar, mengonfirmasi bahwa lima anggota kepolisian mengalami luka-luka dalam aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di kawasan Gedung DPRD Provinsi Jambi.
"Ya, ada lima anggota kita yang terluka akibat aksi demonstrasi yang berlangsung ricuh dan anarkis," ujar Kapolda kepada awak media.
Kelima personel tersebut mengalami cedera akibat lemparan batu dan hantaman kayu yang dilakukan oleh massa. Saat ini, mereka tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi.
Situasi sempat memanas kembali pada malam hari setelah sebelumnya massa sempat membubarkan diri sekitar pukul 18.30 WIB.
BACA JUGA:Unjuk Rasa di Jambi Ricuh, Mobil Dinas Dibakar dan Fasilitas DPRD Dirusak
BACA JUGA:Situasi Masih Mencekam, Pos Lantas di Simpang BI Telanaipura Jambi Dibakar Massa
Namun, sekitar pukul 19.30 WIB, massa kembali berkumpul dan melakukan orasi singkat di depan kantor DPRD Provinsi Jambi.
Tak lama berselang, mereka bergeser ke Simpang Empat BI, kawasan Telanaipura, dan kembali melakukan orasi.
Massa yang membawa batu dan kayu kemudian mencoba bergerak kembali menuju kantor DPRD, hingga aparat keamanan terpaksa mengambil tindakan tegas.
Sekitar pukul 21.00 WIB, polisi menembakkan gas air mata setelah peringatan agar massa membubarkan diri tidak diindahkan.
BACA JUGA:Danantara Siap Kembangkan Proyek Hilirisasi Nikel
Suasana di Jalan Jenderal Ahmad Yani dan kawasan Simpang BI pun kembali tegang, dengan pengunjuk rasa berlarian meninggalkan lokasi.
Hingga pukul 21.15 WIB, aparat masih melakukan upaya pembubaran terhadap massa yang tersisa di area tersebut.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi, sementara situasi keamanan terus dipantau secara ketat oleh aparat gabungan dari Brimob, Polresta, dan Polda Jambi. (*)