Puisi Ayah

Selasa 23 Dec 2025 - 16:44 WIB
Reporter : Rizal Zebua
Editor : Rizal Zebua

 

"Berjalanlah dengan nafasku dan keridhaanNya".

 

Begitu lulus fakultas teknik (sipil) Universitas Hadanuddin Makassar, sang ayah, Adrin, diterima sebagai pegawai negeri. Yakni di Kementerian Pekerjaan Umum.

 

Adrin tidak mau jadi pegawai negeri. Ia pilih ikut proyek-proyek swasta. Spesialisasinya adalah irigasi pertanian dan pengukuran tanah.

 

Ia tidak pernah mau naik jabatan. Tetap ingin di lapangan. Pun walau harus sampai ke pulau We di Sabang dan Merauke. Waktu bandara Digul di pedalaman Papua dibangun ia berbulan-bulan di sana.

 

Pekerjaan terakhirnya adalah pengukuran tanah untuk bandara Luwuk. Lalu pensiun. Ia membeli tanah di desa. Bukan di kota. Yakni di desa Bunga, setengah jam dari kota Luwuk. Ia bangun sendiri rumah di situ --untuk mencukup-cukupkan uangnya.

 

Rumah itu terlalu sederhana, terutama ukurannya. Saat diadakan acara adat mappacci di rumah itu, orang berjejal. Ruang tamu tempat acara itu hanya cukup untuk delapan orang. Berjejal. Saya sampai sulit untuk memotret.

 

Terasnya hanya cukup untuk duduk enam orang. Tamu-tamu dari Amerika dan Nigeria terlihat tidak ada yang canggung berdesakan di rumah desa seperti itu.

 

Akad nikahnya sendiri di lantai lima Hotel Santika, Luwuk. Pakai dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Yang menikahkan ayah Reski sendiri. Pakai bahasa Indonesia. Jawaban Ahmed, pengantin pria, juga dalam bahasa Indonesia --dengan cara membaca terpatah-patah teks yang sudah disiapkan.

Tags :
Kategori :

Terkait

Terkini

Minggu 04 Jan 2026 - 18:35 WIB

Jasad Pelatih Valencia Ditemukan

Minggu 04 Jan 2026 - 18:32 WIB

Tiga Serangkai

Minggu 04 Jan 2026 - 18:29 WIB

2.195 Orang Mendaki Gunung Kerinci

Minggu 04 Jan 2026 - 17:47 WIB

Warga Diminta Waspada Banjir dan Karhutla

Minggu 04 Jan 2026 - 17:46 WIB

Terminal Alam Barajo Jadi Titik Tersibuk

Minggu 04 Jan 2026 - 17:44 WIB

Tahun Ini Selesai 1 Kilometer

Minggu 04 Jan 2026 - 17:41 WIB

Maulana Optimistis Sambut 2026