JAMBI,JAMBIKORAN.COM - Kericuhan pecah di depan gedung DPRD Provinsi Jambi pada Jumat, 29 Agustus 2025. Aksi yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 19.30 itu berujung pada pembakaran satu mobil dinas DPRD, serta jatuhnya korban dari pihak mahasiswa maupun aparat kepolisian.
Informasi dari mahasiswa yang berdemo, terdapat empat mahasiswa dilarikan ke rumah sakit akibat luka yang dialami. Sementara tiga anggota polisi dibawa menggunakan ambulance dan satu orang terdapat luka yang diduga terkena lemparan.
Hingga malam hari, kondisi di sekitar gedung dewan mulai berangsur kondusif.
Adapun, aksi tersebut menyoroti berbagai persoalan di Jambi yang dianggap menumpuk tanpa penyelesaian.
Adapun tuntutan yang disuarakan, yakni:
1. Mengusut Tuntas Kasus Kekerasan Aparat
Massa mendesak Kapolri dan Propam Polri untuk melakukan investigasi terbuka dan transparan atas tindakan represif aparat yang menyebabkan ojol menjadi korban.
Selain itu, mereka menekankan pentingnya proses hukum terhadap oknum yang terlibat, baik pelaku lapangan maupun atasan yang bertanggung jawab atas komando.
2. Pertanggungjawaban terhadap Korban dan Keluarga
Massa menuntut adanya kompensasi, santunan, serta pemulihan hak bagi korban dan keluarga ojol yang kelindas Barakuda. Mereka juga meminta jaminan akses hukum, kesehatan, serta keadilan yang layak bagi korban.
3. Reformasi Polri yang Nyata, Bukan Retorika
Tuntutan lain yang disuarakan ialah desakan kepada Presiden RI dan DPR untuk mempercepat agenda reformasi Polri. Massa menekankan agar Polri tidak lagi menjadi alat kekerasan, melainkan benar-benar berfungsi sebagai pelindung rakyat.
Selain itu, evaluasi total terhadap penggunaan kendaraan taktis dan kekuatan berlebihan dalam pengamanan aksi massa juga menjadi sorotan.
4. Hentikan Represi terhadap Rakyat
Massa menolak segala bentuk kriminalisasi, intimidasi, dan kekerasan terhadap rakyat yang menggunakan hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat di muka umum.