Cara Mencegah Mabuk Perjalanan Saat Bepergian Jauh

MUAL : Mabuk perjalanan kerap terjadi saat bepergian jauh. Agar tidak terjadi mabuk perjalanan, Anda bisa melakukan beberapa hal untuk pencegahan.-IST/Jambi Independent-Jambi Independent j
JAMBI – Mabuk perjalanan bisa menjadi momok saat bepergian jauh, terutama bagi mereka yang mudah merasa mual, pusing, atau tidak nyaman di dalam kendaraan.
Kondisi ini disebabkan oleh ketidaksesuaian antara gerakan tubuh yang dirasakan oleh telinga bagian dalam dengan apa yang dilihat mata, sehingga membuat otak bingung dan memicu gejala seperti mual hingga muntah.
Menurut Dr. Sunana Sohi, ahli gastroenterologi dari Gastroenterology Health Partners, Louisville, Kentucky, mabuk perjalanan akan semakin parah saat seseorang tidak memiliki kendali atas gerakan, seperti ketika duduk di kursi belakang mobil atau berada dalam pesawat saat turbulensi.
Agar perjalanan tetap nyaman, berikut ini lima cara ampuh mencegah mabuk perjalanan yang bisa dilakukan sebelum dan selama bepergian:
BACA JUGA:Belanja Sayur Berakhir Trauma, Pedagang Todong Parang ke Ibu Rumah Tangga
BACA JUGA:Badan hingga Kamar Digeledah, Razia Blok Hunian Warga Binaan Lapas Jambi
1. Pilih Posisi Duduk yang Tepat atau Mengemudi Sendiri
Salah satu cara paling efektif untuk mencegah mabuk perjalanan adalah dengan mengemudi sendiri. Jika tidak memungkinkan, duduklah di kursi depan atau di kursi dekat jendela agar bisa melihat jalan dengan jelas. Posisi ini membantu otak menyelaraskan gerakan tubuh dengan pandangan mata.
2. Hindari Melihat Ponsel atau Membaca Buku
Fokus terlalu lama pada layar ponsel atau buku selama perjalanan bisa memperburuk gejala mabuk. Ini karena otak kehilangan sinyal visual dari luar kendaraan. Sebagai alternatif, dengarkan audiobook, podcast, atau musik favorit untuk mengalihkan perhatian tanpa memicu rasa mual.
3. Gunakan Obat atau Pengobatan Rumahan
Beberapa pengobatan yang dapat dicoba antara lain permen jahe, obat anti-mual OTC (over the counter) seperti dimenhydrinate, atau teknik alami yang sudah banyak dibuktikan secara anekdotal. Konsultasikan dengan apoteker atau dokter untuk pilihan yang paling sesuai dengan kondisi Anda.
4. Berbaring, Tutup Mata, dan Atur Napas
Jika sudah merasa mual, cobalah berbaring sambil tetap menggunakan sabuk pengaman dan tutup mata. Ini membantu mengurangi konflik sensorik yang terjadi. Selain itu, lakukan pernapasan dalam secara perlahan—sekitar 8 kali per menit—untuk membantu tubuh menjadi lebih rileks dan menenangkan sistem saraf.
5. Atasi Kecemasan Sebelum Bepergian
Ternyata, kecemasan bisa memperparah mabuk perjalanan. Antisipasi rasa cemas dengan terapi perilaku kognitif (CBT), hipnoterapi, atau desensitisasi, yakni teknik membiasakan diri dengan situasi pemicu secara perlahan. Menurut CDC, cara ini cukup efektif untuk mengurangi gejala mabuk dalam jangka panjang. (*)