Bupati Bungo Hadiri Gerakan Pangan Murah Serentak di Pasar Bungur

Bupati Bungo, H. Dedy Putra, S.H., M.Kn, yang hadir langsung di gerakan pangan murah serentak di Pasar Bungur.-SITI HALIMAH/JAMBI INDEPENDENT-Jambi Independent
MUARABUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo bersama Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Pasar Bungur pada Sabtu 30 Agustus 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan serentak di 7.285 kecamatan seluruh Indonesia.
Tampak Sejak dibuka pukul 09.00 WIB, ratusan warga langsung memadati lokasi. Antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya berbagai kebutuhan pokok yang habis terjual. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, beras SPHP, Minyakita, bawang merah, bawang putih, hingga tepung langsung ludes diserbu pembeli.
Warga, terutama ibu-ibu rumah tangga, tampak berbondong-bondong memanfaatkan momen ini karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
BACA JUGA:Simplisia yang Bermanfaat sebagai Antibakteri, Ekstraksi, Nama Latin Tumbuhan
BACA JUGA:Skin-Boosting Alami Resep Cantik dari Dalam dan Sehat Luar Dalam
Bupati Bungo, H. Dedy Putra, S.H., M.Kn, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini operasi pasar pangan murah mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. InsyaAllah ke depan program ini akan terus digelar untuk membantu warga mendapatkan sembako dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Bupati Bungo menegaskan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menekan laju inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. “Saat ini harga beras dan sejumlah bahan pangan lainnya cenderung naik, sehingga kehadiran pasar murah ini sangat penting bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bungo, Sofyan Ma’as, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar di 15 titik kecamatan secara serentak dengan pusat kegiatan di Pasar Bungur. “Di Bungo, kita menyiapkan sekitar 5 ton beras SPHP, 500 kilogram bawang, tepung, serta minyak goreng Rose Brand. Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bungo, Perum Bulog, serta Dinas Ketahanan Pangan,” terang Sofyan.
Menurutnya, gerakan pangan murah ini tidak hanya menekan inflasi, tetapi juga meringankan beban masyarakat. “Semoga warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, sehingga tetap terjangkau di tengah kondisi harga pangan yang naik,” imbuhnya.(mai)