NATO, Ukraina Luncurkan Inisiatif Percepatan Teknologi Pertahanan

-Antara/Jambi Independent-Jambi Independent

NATO dan Ukraina pada Rabu meluncurkan UNITE-Brave NATO, sebuah inisiatif bersama untuk mempercepat pengembangan teknologi pertahanan modern di medan perang serta meningkatkan interoperabilitas antara pasukan Ukraina dan sekutu.

Dalam pernyataannya, NATO menyebut program tersebut sebagai kerangka kerja pertama yang berfokus pada peningkatan skala teknologi militer yang sudah memiliki purwarupa dan telah diuji.

Klaster teknologi pertahanan Ukraina, Brave1, akan mengoordinasikan program dari Kiev. Sementara itu, NATO menugaskan Badan Komunikasi dan Informasinya untuk mengelola putaran pertama pendanaan kompetitif.

Pada putaran seleksi pendanaan awal akan diprioritaskan membuat perangkat inovatif untuk menghadapi drone musuh, memperkuat pertahanan udara, serta mengamankan komunikasi di garis depan, yang dinilai sebagai kebutuhan paling mendesak di medan tempur.

BACA JUGA:Jerman Ingatkan AS, Untuk Libatkan Eropa Dalam Negosiasi Rusia-Ukraina

BACA JUGA:Kemlu: Dua WNI Tewas Kebakaran Besar di Perumahan Hong Kong

Tim perusahaan dari Ukraina dan negara sekutu dapat mengajukan proposal untuk mendapatkan hibah senilai total €10 juta (sekitar Rp 192,8 milyar), yang dibiayai bersama oleh NATO dan Ukraina. Pendaftaran akan dibuka secara daring dalam beberapa minggu ke depan, dengan batas waktu pengajuan pada Februari 2026.

Jika tahap awal ini berjalan sukses, pendanaan diperkirakan meningkat menjadi €50 juta (sekitar Rp 964,1 milyar) pada 2026. Kontribusi NATO akan diambil dari Paket Bantuan Komprehensif untuk Ukraina, sementara Kementerian Transformasi Digital Ukraina akan mencocokkan dana tersebut.

Dalam pertemuan di Kiev, Wakil Sekretaris Jenderal NATO Radmila Shekerinska mengatakan program ini akan membantu menangani kebutuhan mendesak di medan perang dan memberikan kesempatan bagi aliansi mempelajari “pelajaran berharga secara langsung.”

Wakil Perdana Menteri Pertama Ukraina sekaligus Menteri Transformasi Digital Mykhailo Fedorov menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyatakan bahwa kemitraan baru itu akan mempercepat pengembangan teknologi pertahanan mutakhir dan memperkuat interoperabilitas dengan sekutu.

Ia menambahkan bahwa upaya tersebut akan membantu membangun “arsitektur pertahanan yang lebih tangguh, adaptif, dan berteknologi maju bagi komunitas Euro-Atlantik.”

Pemenang kompetisi pertama dijadwalkan diumumkan pada musim semi 2026 dalam Forum Inovator Pertahanan NATO-Ukraina kedua.

NATO menyebut rincian tahap lanjutan program ini akan dipublikasikan sepanjang tahun 2026.(*)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan