Stok Pangan Jambi Aman hingga 114 Hari
Pasar: Salah satu pedagang ayam di Pasar Aur Duri Kota Jambi.-DOK/JAMBI INDEPENDENT-
JAMBI,JAMBIKORAN.COM - Kabar baik datang dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi. Pemerintah Provinsi Jambi memastikan ketersediaan pangan utama masih dalam kondisi aman.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah, mengatakan berdasarkan prediksi neraca pangan, sebanyak 12 komoditas pangan strategis di Jambi masih mencukupi.
“Untuk beras saja, stok kita masih diprediksi aman hingga 114 hari. Jagung juga masih lebih dari dua bulan, kedelai sekitar dua bulan. Rata-rata 12 komoditas itu masih aman,” kata Johansyah saat diwawancarai.
Meski stok aman, Pemprov Jambi tidak tinggal diam. Upaya utama saat ini adalah menjaga kelancaran pasokan dan mengendalikan harga, terutama pada komoditas penyumbang inflasi.
Johansyah juga mengatakan pemerintah akan terus melakukan intervensi pasar jika terjadi lonjakan harga. Salah satunya melalui operasi pasar bersubsidi, seperti yang sebelumnya dilakukan pada bawang merah keriting dan cabai rawit hijau.
“Kalau harga naik tinggi, kita intervensi. Operasi pasar itu salah satu langkah konkret pemerintah,” kata Johansyah.
Sementara itu Pemprov Jambi kedepannya juga berencana menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk sejumlah komoditas yang berpotensi memicu inflasi daerah.
“Kalau beras, minyak goreng, dan gula sudah ada HET yang ditetapkan dari pemerintah. Tinggal cabai merah keriting, cabai rawit hijau dan merah, serta daging ayam yang akan kita tetapkan HET nya di daerah,” katanya
Ia juga mengatakan penetapan HET ini akan diawali dengan dialog bersama distributor dan pedagang, agar harga yang ditetapkan realistis dan dapat diterapkan di lapangan.
“Misalnya cabai merah kita tetapkan Rp 50.000 per kilogram ya harga eceran tertinggi, para pedagang tidak boleh menjual di atas harga itu. Tapi sebelum ditetapkan, kita kumpulkan dulu, kita diskusikan bersama,” katanya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di daerah rawan inflasi seperti Kota Jambi, Bungo, dan Kerinci, sehingga inflasi Provinsi Jambi tetap terkendali.
Sementara itu sektor daging ayam juga menjadi perhatian serius, terutama dengan beroperasinya Dapur SPPG Makan Bergizi Gratis di Jambi.
“Jangan sampai kebutuhan Dapur SPPG justru membuat harga ayam melonjak. Tata niaga dan harga harus kita atur dengan baik,” kata Johansyah.
Ia juga mengataka pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal dalam program Makan Bergizi Gratis.
“Dapur SPPG di Jambi harus memberdayakan komoditas lokal. Kalau bisa produksi beras di daerah, ya beras lokal yang diprioritaskan,” tutupnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Jambi optimistis ketahanan pangan tetap terjaga dan inflasi bisa dikendalikan dengan baik.