Berutang Pada Teman Demi Gaya Hidup?

-IST/Jambi Independent-Jambi Independent
Walaupun tidak terikat dengan lembaga pinjaman, sebagai peminjam, seharusnya anda melakukan perjanjian untuk tenggat waktu pelunasan agar tidak ada ganjalan dari kedua belah pihak.
Meskipun terlihat gampang, risiko berhutang adalah siap ditagih kapan pun. Beberapa orang juga memiliki kebutuhan yang sama. Tak salah jika mereka akan menagih uang yang telah dipinjamkan. jikalau Anda belum memiliki cukup uang, cobalah berbicara baik-baik untuk melunasinya.
Tidak semestinya proses berhutang berjalan lancar. Ketika telat dalam pelunasan ataupun susah untuk dihubungi, maka hubungan pertemananlah yang akan menjadi jaminannya.
Akan muncul kemarahan dari pihak yang meminjamkan karena mereka seakan merasa dikhianati, dibohongi, atau dapat juga merasa di ghosting. Maka tak jarang juga bila kita menemui hubungan pertemanan yang renggang bahkan tak lagi saling tegur sapa, hanya karena masalah hutang ini.
Pertemanan yang dulunya berlangsung lama kini akhirnya pupus karena perkara uang semata. Terkadang, kebahagiaaan masih bisa berjalan meskipun tidak harus memiliki banyak uang. Kesenangan dapat diciptakan dengan versi masing-masing.
Namun, yang kerap menjadi masalah ialah ketika mengikuti standar hidup orang lain sementara kondisi keuangannya cukup ataupun jauh berbeda.
Berbahagialah sambil berkaca pada dana yang ada, bukan diusahakan atau terpaksa mengorbankan kebutuhan lain yang jauh lebih penting, apalagi jika sampai berhutang, baik kepada teman apalagi bank. (*)