Kanwil DJPb Jambi Dorong Penguatan UMKM

PELATIHAN: Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi menggelar pelatihan digital marketing di Kota Jambi.-IST/JAMBI INDEPENDENT-Jambi Independent
JAMBI – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Jambi berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Hal itu disampaikan Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Tunas Agung Jiwa Brata, usai membuka pelatihan digital marketing bertema “Perluasan Pasar Penjualan UMKM Melalui Platform Digital dan Promosi Media Sosial” di Aula Kanwil DJPb Jambi, Telanaipura, Jumat (29/8).
Pelatihan tersebut diikuti 25 pelaku UMKM binaan dari Kota Jambi dan sejumlah daerah lain. Para peserta juga mendapat motivasi dari pemilik Endless Bake, Adinda, yang berbagi kisah sukses dalam mengembangkan usaha berbasis pemasaran digital.
Tunas menegaskan, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Kanwil DJPb dalam memperkuat peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah. “Kami mendorong UMKM semakin maju, khususnya pada aspek pemasaran dengan memanfaatkan media sosial. Harapannya, UMKM binaan bisa berkembang dan menjadi contoh bagi pelaku usaha lain,” ujarnya.
BACA JUGA:Wali Kota Resmikan Kampung Edukasi Nan Bahagia
BACA JUGA:Al Haris Imbau Warga Tak Terprovokasi
Saat ini, Kanwil DJPb Jambi telah melakukan pembinaan terhadap 60 pelaku UMKM di wilayah tersebut. Upaya ini, lanjut Tunas, diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Sementara itu, Kepala Seksi PPA 2C Kanwil DJPb Jambi, Mustaqim Siga, menekankan bahwa UMKM tidak sekadar berdagang, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan nilai, menghidupkan keluarga, membuka lapangan kerja, hingga membangun ekonomi berbasis komunitas.
“Kami mendukung penguatan UMKM dengan langkah nyata, seperti membangun ekosistem yang pro rakyat, menyediakan subsidi yang memudahkan, serta memberikan akses yang adil terhadap pasar dan pembiayaan,” jelasnya. (*)