Cak Imin Sayangkan Adanya Konflik PBNU
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar mengaku prihatin terhadap konflik yang terjadi di internal PBNU.-Foto: Antara-jambi independent
JAKARTA,JAMBIKORAN.COM - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar mengaku prihatin terhadap konflik yang terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Kami prihatin ya ada peristiwa semacam ini. Kami prihatin,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin setelah menghadiri acara Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025 di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, konflik yang terjadi di internal PBNU tersebut membuat sejumlah warga NU sedih.
“Saya yakin warga NU semuanya merasa sedih. Warga NU merasa ‘kok begini?’,” katanya.
Walaupun demikian, dia mengajak semua pihak untuk menunggu penyelesaian konflik tersebut.
BACA JUGA:TNI AU Siapkan Pangkalan Baru di Jambi, Dukung Pertahanan Nasional
BACA JUGA:Manicure dan Pedicure: Perawatan Kuku yang Penting untuk Kesehatan Tangan dan Kaki
Adapun konflik bermula saat munculnya hasil Risalah Harian Syuriyah yang meminta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dari jabatannya dan diberikan tenggat waktu selama 3x24 jam.
Tak lama kemudian, muncul Surat Edaran (SE) Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang menyatakan Yahya Cholil Staquf sudah tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU sebagai tindak lanjut dari risalah harian Syuriyah.
SE tersebut diteken Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakir.
Dalam surat tersebut, Yahya Cholil Staquf disebut sudah tidak lagi berstatus Ketua Umum terhitung tanggal 26 November 2025.
BACA JUGA:Bahaya Aseton bagi Kesehatan: Kenali Risiko dan Cara Menggunakannya dengan Aman
BACA JUGA:Mbappé Borong Empat Gol, Real Madrid Tundukkan Olympiakos 4-3 di Laga Dramatis
Menanggapi hal tersebut, Yahya Cholil Staquf meminta polemik internal dalam kepengurusan organisasi itu yang mengarah pada pemberhentiannya sebagai ketua umum diselesaikan bersama dalam Muktamar NU.