Bahaya Aseton bagi Kesehatan: Kenali Risiko dan Cara Menggunakannya dengan Aman

Ilustrasi Bahaya Aseton bagi Kesehatan.--Alodokter

JAMBIKORAN.COM - Aseton atau propanon dikenal sebagai cairan kimia tak berwarna, sangat mudah menguap, dan mudah terbakar.

Selain menjadi bahan utama penghapus kuteks, aseton juga dimanfaatkan sebagai pelarut cat, deterjen, lilin, resin, plastik, hingga lem. Dalam industri tekstil, cairan ini digunakan untuk menghilangkan getah pada sutra serta lemak pada wol.

Meski memiliki banyak fungsi, penggunaan aseton dalam jumlah besar maupun jangka panjang dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Beragam Dampak Paparan Aseton

BACA JUGA:Cara Cepat Atasi Rasa Kantuk Berlebihan, Bisa Tetap Fokus Beraktivitas

BACA JUGA:4 Makanan Bikin Penglihatan Tetap Tajam dan Jernih

Paparan aseton dalam waktu lama dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Keracunan aseton menjadi salah satu risikonya.

Kondisi ini bisa terjadi ketika cairan tersebut terhirup, tertelan, atau terserap melalui kulit, termasuk akibat penggunaan produk berbahan aseton secara berlebihan.

Gejalanya meliputi sakit kepala, mual, muntah, lemas, dan sakit tenggorokan. Pada kasus yang jarang terjadi, keracunan dapat memicu tekanan darah rendah hingga penurunan kesadaran.

Selain itu, aseton juga dapat menimbulkan iritasi kulit yang ditandai kemerahan, kekeringan, dan kulit tampak pecah-pecah.

BACA JUGA:Kebiasaan Sehari-Hari Membguat Gigi Cepat Berlubang

BACA JUGA:10 Cabor SEA Games 2025 Dipindahkan ke Bangkok, Akibat Banjir di Thailand

Bagian tubuh yang terpapar disarankan segera dicuci dengan air mengalir setidaknya 15 menit lalu diberi pelembap untuk mencegah kekeringan lebih lanjut.

Paparan uap maupun cairan aseton pada mata juga bisa menyebabkan iritasi. Gejalanya berupa rasa nyeri, mata merah, dan penglihatan kabur.

Bila mata terkena aseton, segera bilas dengan air selama 10 menit dan hindari penggunaan obat tetes sebelum mendapat rekomendasi dokter.

Tak hanya itu, penggunaan aseton sebagai pembersih kuteks secara terus-menerus dapat membuat kuku tampak pucat, kusam, dan lebih rapuh.

BACA JUGA:Xabi Alonso Bantah Ada Masalah dengan Vinicius di Real Madrid

BACA JUGA:Mbappé Borong Empat Gol, Real Madrid Tundukkan Olympiakos 4-3 di Laga Dramatis

Cara Aman Menggunakan Aseton

Untuk mencegah efek samping yang merugikan, penggunaan aseton perlu dilakukan dengan hati-hati. Beberapa langkah pengamanan antara lain menggunakan aseton di ruangan berventilasi baik, membatasi pemakaian pada kuku, serta memakai sarung tangan ketika menggunakan produk pembersih rumah yang mengandung bahan ini.

Penggunaan kacamata pelindung juga penting untuk menghindari paparan berlebih pada mata. Produk berbahan aseton sebaiknya disimpan jauh dari api dan ditempatkan di area yang tidak dapat dijangkau anak-anak.

Meski tergolong aman bila digunakan sesuai aturan, kewaspadaan tetap diperlukan. Jika setelah terpapar aseton muncul gejala seperti kulit kemerahan, mual, atau muntah, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan