Unja Hadirkan Listrik, Air Bersih, dan Pangan Darurat Bagi Warga Terdampak Banjir Bandang di Lambung Bukit
Tim dari Universitas Jambi saat berfoto bersama di depan truk yang membawa bantuan.-Foto: ist-jambi independent
JAMBI,JAMBIKORAN.COM — Universitas Jambi melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melaksanakan program pengabdian bertajuk “Pemanfaatan Solar Cell untuk Tenaga Listrik dan Penggerak Energi Proses Pembuatan Air Bersih serta Nasi Instan di Daerah Bencana” di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat.
Program tersebut didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan ini diinisiasi oleh tim peneliti Pusat Unggulan IPTEKS Bio-Geo Material dan Energi (PUI BiGME) Universitas Jambi dengan melibatkan dosen peneliti serta mahasiswa.
Program tersebut dilaksanakan sebagai respons atas bencana banjir bandang yang melanda wilayah setempat dan menyebabkan terputusnya pasokan listrik, terbatasnya akses air bersih, serta terganggunya ketersediaan pangan bagi masyarakat terdampak.
BACA JUGA:Apel Buat Tekanan Darah Lebih Stabil Jika Dikonsumsi Setiap Hari
BACA JUGA:Guardiola Siapkan “Timbangan Natal” Kenaikan Berat Badan Bisa Berujung Dicoret
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian menerapkan teknologi panel surya (solar cell) sebagai sumber energi listrik alternatif yang dapat beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional.
Energi listrik yang dihasilkan dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa air dan sistem penyaringan sederhana guna memastikan ketersediaan air bersih, serta digunakan dalam proses pembuatan nasi instan sebagai pangan darurat.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Mursalin, S.TP., M.Si., mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi solar cell dipilih karena dinilai efektif dan relevan untuk digunakan pada kondisi darurat maupun pascabencana. “Energi listrik dari solar cell digunakan untuk menggerakkan pompa air dan sistem penyaringan sederhana agar masyarakat dapat memperoleh air bersih. Selain itu, listrik juga dimanfaatkan untuk proses pembuatan nasi instan sebagai kebutuhan pangan darurat,” ujarnya, Rabu 17 Desember 2025.
Selain pemasangan peralatan, tim pengabdian juga memberikan pelatihan kepada masyarakat terkait pengoperasian dan perawatan sistem solar cell, penggunaan alat penyaring air bersih, serta tata cara pembuatan nasi instan. Pendekatan ini dilakukan agar teknologi yang diterapkan dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan oleh masyarakat setempat.
BACA JUGA:Megawati Hangestri Merasakan Tekanan Besar
BACA JUGA:3 Sayuran Wajib untuk Menu Diet Mediterania
Menurut tim pengabdian, penerapan energi surya tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat saat terjadi bencana, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman dan pemanfaatan energi terbarukan di tingkat komunitas. Program ini dinilai sejalan dengan upaya nasional dalam pengembangan energi bersih serta penguatan ketahanan masyarakat terhadap bencana.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Jambi berharap penerapan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan dapat direplikasi di wilayah terdampak bencana lainnya, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap infrastruktur dasar. (*)