Demi Mengoptimalkan Teknologi Digital, Kemendag Dorong UMKM di Kebumen
Kemendag Dorong UMKM di Kebumen-Yolanda Permata-kemendag.go.id
JAMBIKORAN.COM - Sosialisai kebijkan Perdagangan Dalam Negeri (PDN) yang dilakukan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada hari selasa 30 April 2024 di hotel mexolie.
Dalam sosialisasi ini pemerintah menyampaikan bentuk Transformasi digital di sektor perdagangan atau digitalisasi perdagangan yang dilakukan Kementerian Perdagangan terdiri dari digitalisasi perdagangan bagi ekosistem pasar rakyat serta mendorong pelaku usaha.
Khususnya UMKM untuk on boarding di platform digital atau memanfaatkan internet untuk menawarkan barang dan/atau jasa.
Kementerian perdagangan juga memfasilitasi berbagai program untuk pelaku UMKM agar dapat bersaing di dalam ekonomi digital.
BACA JUGA:Ini Dia Fakta Menarik Si Cyborg Franky, Anggota Kelompok Bajak Laut Topi Jerami
BACA JUGA:Mengenal Sosok Kim Ji Won, Pemeran Utama Wanita di Drama Queen of Tears
Beberapa programnya seperti, penyelenggaraan Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang akan diadakan setiap Desember, pelatihan dari bimbingan bagi UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha melalui sistem elektronik.
Fasilitasi UMKM ini akan melalui pendampingan bagi UMKM untuk bisa onboarding di platfrom digital, penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW).
"Pemanfaatan teknologi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan seluruh pelaku usaha, terutama UMKM untuk dapat mengembangkan usaha. Maksudnya, memperluas akses pasar yang awalnya hanya di tingkat kabupaten menjadi tingkat nasional bahkan pasar ekspor, serta meningkatkan penjualan." jelas Suhanto.
"Kementerian Perdagangan terus mendorong UMKM, khususnya di Kabupaten Kebumen untuk mengoptimalkan transformasi digital tersebut,” tambahnya.
BACA JUGA:Resep Bubur Ayam Samarinda, Menu Sarapan Khas Kalimantan
BACA JUGA:Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Membutuhkan Kolaborasi
Pemerintah mencatat sebanyak 22 juta yang sudah bergabung (onboarding) dari sebanyak 30 juta target UMKM.
Selain itu sebanyak 46,37 juta pelaku usaha yang menjadi pengguna pembayaran digital seperti Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).