Wali Kota Imbau Warga Jangan Panik, Harga Beras Medium Naik Jadi Rp 14.000

Minggu 31 Aug 2025 - 20:30 WIB
Reporter : Jennifer Agustia
Editor : Jennifer Agustia

JAMBI – Pemerintah secara resmi menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras kualitas medium di wilayah Jambi menjadi Rp 14.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp13.000. 

Menanggapi kebijakan nasional tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, memastikan bahwa ketersediaan pasokan beras di Kota Jambi dalam kondisi aman dan cukup untuk beberapa bulan ke depan.

Maulana menyatakan bahwa kenaikan HET ini merupakan batas harga maksimal yang ditetapkan pemerintah pusat. Meski demikian, ia berharap para pelaku usaha di Kota Jambi dapat menjual beras di bawah harga tersebut, mengingat stabilitas pasokan yang ada.

BACA JUGA:Stok Beras Aman Hingga 4 Bulan ke Depan, Bulog Jambi: Masih Bisa Distribusi Beras di 3 Wilayah Indonesia

BACA JUGA:Rumah Sri Mulyani Dijarah Massa

“Yang pertama, dengan kenaikan HET beras medium ini, itu adalah harga eceran tertinggi yang ditentukan. Tapi, saya berharap juga para pengusaha yang ada di Kota Jambi, karena stok beras kita cukup, kalau bisa menjual di bawah HET,” ujar Maulana, Minggu (31/8).

Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi akan terus melakukan pemantauan intensif di pasar dan gudang distributor untuk memastikan tidak ada gejolak harga yang signifikan. 

Menurutnya, mekanisme pasar antara penawaran (supply) dan permintaan (demand) akan sangat memengaruhi harga riil di tingkat konsumen.

“Kami akan pantau terus, karena sistem ekonomi kita antara supply and demand ini sangat berpengaruh terhadap harga,” tambahnya.

Maulana mengimbau masyarakat untuk tidak panik (panic buying) menanggapi penyesuaian harga ini. Ia optimistis, dengan stok yang terkendali, tidak akan ada reaksi negatif yang berlebihan dari masyarakat.

“Mudah-mudahan kita cukup ya. Mudah-mudahan tidak ada respon negatif yang terlalu berlebihan karena stok kita cukup,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Maulana telah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang distributor dan pasar modern untuk memastikan ketersediaan dan kualitas beras yang beredar. 

Dari hasil sidak tersebut, dipastikan bahwa cadangan beras yang dikelola Bulog dan distributor swasta mampu memenuhi kebutuhan warga Kota Jambi hingga tiga bulan mendatang. 

 

 

Kategori :