Ramai Keluhan Biaya Tes Kesehatan PPPK Capai Rp500 Ribu, BKPSDM Sarolangun Angkat Bicara
Direktur Rumah Sakit Chatib Quzwein Sarolangun, dr Bambang Herbanto--
SAROLANGUN, JAMBIKORAN.COM – Salah satu syarat yang harus dilengkapi para peserta yang lulus CPNS dan PPPK Pemkab Sarolangun yang sudah ditentukan oleh BKPSDM Kabupaten Sarolangun yaitu tes kesehatan.
Terkait besaran biaya tes kesehatan yang mencapai Rp565.000 ini, sempat dikeluhkan peserta karena dianggap sangat besar biaya yang harus dikeluarkan.
Menyikapi hal ini Direktur Rumah Sakit Chatib Quzwein Sarolangun, dr Bambang Herbanto, menjelaskan bahwa biaya tes kesehatan yang meliputi ujian, tes psikologi dan tes narkoba memang diwajibkan untuk membayar biaya sejumlah Rp. 565.000.
Menurutnya besaran biaya ini telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2023 tentang Pajak dan Retribusi daerah dan Perbup Sarolangun Nomor 96 tahun 2020, tentang perubahan kedua atas Perbup Nomor 56 tahun 2013 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan.
BACA JUGA:BAZNAS Sarolangun Salurkan Santunan kepada Anak Yatim dan Dhuafa
“Selain kelas III pada Rumah Sakit Umum khatib Quzwain Daerah Sarolangun yang telah menetapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum keuangan. Jadi mengenai besaran biaya yang wajib dibayarkan untuk tes kesehatan itu semua Perda yang menentukan dan bukan saya atau pun pihak rumah sakit. Jadi kalau ada yang mengatakan besaran biaya tersebut pihak rumah sakit yang membuat itu tidak benar, " ujarnya, saat media ini temui di ruangannya, Senin, 20 Januari 2025.
Selain Dr Bambang juga menambahkan, biaya tes kesehatan di Kabupaten Sarolangun ini jika dibandingkan dengan Kabupaten lain di Provinsi Jambi, besarannya relatif kecil.
Disamping itu, pihak RS Khatib Quzwain harus menjalankan perda yang sudah ditetapkan dan tidak ada ikut campur atau intervensi dalam pembahasan biaya yang telah ditetapkan dalam Perda.
"Perda biaya tes kir kesehatan di Sarolangun termasuk paling murah jika di bandingkan Kabupaten lain dalam Provinsi Jambi. Selain Sarolangun yang juga relatif kecil juga Kabupaten Batanghari, selebihnya diatas kita besaran biayanya," pungkasnya. (*)