Fraksi Gerindra Setuju Hentikan Tunjangan DPR, Larang Anggotanya Kunker ke Luar Negeri

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono-ist-
JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penghentian sejumlah tunjangan anggota dewan yang dinilai tidak adil dan menyakiti hati rakyat.
Pernyataan ini muncul sebagai respon atas gelombang kritik publik terhadap fasilitas DPR yang dinilai berlebihan di tengah kondisi sosial yang memanas.
“Fraksi Gerindra telah mendengar aspirasi dan kegelisahan masyarakat. Kami siap meninjau dan menghentikan tunjangan-tunjangan yang mencederai rasa keadilan,” ujar Budisatrio dalam keterangan resminya.
Sebagai langkah konkret, Budisatrio menginstruksikan seluruh anggota Fraksi Gerindra di DPR RI untuk tidak melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri.
BACA JUGA:Rumah Menkeu Sri Mulyani di Bintaro Juga Dijarah Massa, Warga Ungkap Detik-Detik Kejadian
BACA JUGA:Setelah Rumah Ahmad Sahroni, Giliran Kediaman Eko dan Uya Kuya Porak Poranda Dijarah Massa
Ia menekankan pentingnya kehadiran langsung anggota dewan di tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi dan menunjukkan empati.
“Tidak ada satu pun anggota Fraksi Gerindra yang diperbolehkan melakukan kunker ke luar negeri. Saatnya kami hadir di tengah rakyat, mendengarkan langsung keluh kesah mereka,” tegas Wakil Ketua DPP Gerindra itu.
Arahan dari Prabowo Subianto
Budisatrio menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Ketua Dewan Pembina, Prabowo Subianto, yang meminta seluruh kader di parlemen untuk menjaga kepercayaan publik.
BACA JUGA:Aksi Demo di Gedung DPRD Provinsi Jambi Tinggalkan Kerusakan, Kerugian Ditaksir Capai Rp 2,6 Miliar
BACA JUGA:Jadi Daerah Penyaluran Dana Desa Tercepat se-Provinsi Jambi, Bupati Sarolangun Hurmin Terima Penghargaan
“Amanah rakyat adalah kehormatan. Kami harus menjaganya dengan sikap, tindakan, dan ucapan yang pantas,” ujarnya.
Duka atas Korban Aksi Demonstrasi
Di kesempatan yang sama, Fraksi Gerindra juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dalam rangkaian demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah, termasuk di Jakarta dan Makassar.
“Kami turut berduka. Ini bukan hanya duka keluarga korban, tetapi duka seluruh bangsa,” kata Budisatrio.
BACA JUGA:Kenali Ciri-Ciri Wanita Subur: Penting untuk Perencanaan Kehamilan
BACA JUGA:Olahraga Malam: Menjaga Jantung Tetap Sehat atau Justru Sebaliknya?
Ia menegaskan bahwa gelombang kemarahan publik yang meluas harus dijadikan momentum introspeksi nasional untuk memperbaiki sistem pemerintahan dan memperkuat keadilan sosial.
“Saya secara pribadi dan atas nama Fraksi Gerindra memohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Kami sadar bahwa kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional yang harus dilindungi,” tutupnya. (*)