Olahraga Malam: Menjaga Jantung Tetap Sehat atau Justru Sebaliknya?

-IST/JAMBI INDEPENDENT-Jambi Independent
Aktivitas fisik rutin menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan jantung. Namun, waktu pelaksanaan olahraga kerap menjadi perdebatan, terutama saat dilakukan malam hari. Sebagian orang merasa lebih bugar setelah berolahraga malam, namun tak sedikit pula yang mengeluhkan sulit tidur hingga jantung berdebar setelahnya.
Pakar kesehatan jantung menyebutkan, olahraga malam memiliki sejumlah manfaat potensial, namun juga tidak lepas dari risiko, terutama bila tidak disesuaikan dengan kondisi tubuh dan waktu istirahat.
Antara Manfaat dan Risiko
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga di malam hari dapat membantu mengurangi stres, terutama bagi pekerja dengan tekanan tinggi. Dengan menyalurkan energi melalui aktivitas fisik, tubuh melepaskan hormon endorfin yang berdampak positif pada suasana hati serta menstabilkan tekanan darah.
BACA JUGA:Kenali Ciri-Ciri Wanita Subur: Penting untuk Perencanaan Kehamilan
BACA JUGA:Mengapa Kita Sering Tak Sadar Bau Badan Sendiri? Ini Penjelasannya
Selain itu, bagi sebagian orang, olahraga malam juga membantu meningkatkan kualitas tidur, asal tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu istirahat malam. “Jarak idealnya sekitar dua jam sebelum tidur. Ini memberi waktu bagi tubuh untuk kembali pada ritme normal,” jelas seorang dokter spesialis jantung dan olahraga.
Olahraga malam juga bermanfaat dalam mengatur berat badan dan menjadi solusi praktis bagi mereka yang sibuk bekerja di siang hari. Aktivitas fisik tetap bisa dijalankan tanpa mengganggu jadwal kerja utama.
Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat pula potensi risiko. Salah satunya adalah gangguan tidur. Bagi sebagian individu, aktivitas fisik malam justru meningkatkan adrenalin, mempercepat detak jantung, dan menyulitkan proses tidur. “Tidur terganggu berarti tubuh tak mendapat cukup waktu untuk regenerasi, termasuk bagi jantung,” tambahnya.
Lingkungan juga menjadi faktor penentu. Olahraga malam yang dilakukan di luar ruangan perlu mempertimbangkan keamanan lokasi, pencahayaan, serta kualitas udara malam yang bisa jadi kurang optimal. Selain itu, olahraga di malam hari sering kali dilakukan secara individu, tanpa dukungan sosial yang dapat menambah motivasi.
Tips Agar Tetap Aman
Agar olahraga malam tetap memberi manfaat tanpa mengganggu kesehatan jantung, pakar menyarankan beberapa hal. Di antaranya: hindari olahraga terlalu dekat dengan waktu tidur, pilih aktivitas ringan seperti jalan cepat atau yoga, dan pastikan tubuh mendapat waktu cukup untuk pemulihan.
“Perhatikan sinyal tubuh. Jika setelah berolahraga malam Anda merasa gelisah atau sulit tidur, mungkin perlu mengubah jadwal olahraga ke pagi atau sore hari,” saran pakar kesehatan tersebut.
Dengan perencanaan yang tepat, olahraga malam tetap dapat menjadi pilihan sehat—asal dilakukan secara bijak.(*)