Mata Gatal Akibat Alergi: Jenis, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi Mata Gatal Akibat Alergi.--Alodokter
JAMBIKORAN.COM - Mata gatal akibat alergi merupakan keluhan umum yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.
Selain rasa gatal, kondisi ini sering disertai mata merah, berair, bengkak, sensitif terhadap cahaya, hingga rasa perih. Gejala dapat muncul segera setelah terpapar alergen atau baru terasa beberapa jam hingga hari berikutnya.
Seperti reaksi alergi pada bagian tubuh lain, mata gatal muncul ketika sistem imun bereaksi berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya. Tubuh kemudian memproduksi antibodi dan histamin yang memicu peradangan pada mata.
Terdapat beberapa jenis mata gatal akibat alergi. Konjungtivitis papiler raksasa kerap dialami pengguna lensa kontak yang kebersihannya tidak terjaga.
BACA JUGA:Sejumlah Siswa SMAN 72 Minta Pindah Sekolah
BACA JUGA:Wawako Diza Tekankan Komitmen Pemkot Dalam Mewujudkan Program Pendidikan
Gejalanya meliputi mata gatal, kemerahan, dan sensasi mengganjal. Penggunaan lensa kontak sekali pakai atau kembali memakai kacamata dapat membantu mencegah kondisi ini.
Dermatokonjungtivitis alergi terjadi akibat paparan kosmetik, parfum, sabun, air berklorin, asap rokok, dan polusi udara.
Sementara itu, alergi mata musiman umumnya muncul pada musim kemarau atau saat banyak serbuk sari dari rumput, pohon, dan bunga terbawa angin.
Meski tidak berbahaya, mata gatal akibat alergi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa cara dapat dilakukan untuk meredakan keluhan.
BACA JUGA:Ponpes Al Khoziny Bakal Dibangun Pakai APBN
BACA JUGA:Wali Kota Jambi Temui Eks PM Singapura, Jajaki Kerja Sama Kota Berkelanjutan
Kompres dingin bisa mengurangi gatal dan bengkak, sedangkan kompres hangat membantu membersihkan kerak pada mata. Menghindari pemicu alergi juga penting dilakukan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
Obat tetes mata antihistamin, seperti pemirolast, azelastine, atau antazoline, dapat membantu meredakan gejala. Tetes mata dekongestan bisa dipakai untuk mengurangi kemerahan, namun tidak dianjurkan bagi penderita glaukoma.
Pada alergi yang lebih parah, dokter dapat meresepkan tetes mata kortikosteroid. Antihistamin oral seperti loratadin atau cetirizine juga dapat meredakan gejala, termasuk keluhan alergi lainnya.
Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah penting. Sarung bantal, seprai, selimut, dan karpet perlu dibersihkan secara rutin. Bagi pemilik hewan peliharaan, kebersihan hewan dan kandangnya juga harus diperhatikan.
BACA JUGA:Kopi (K)Mojang
BACA JUGA:Sekda Kota Jambi Optimis Kafilah Bisa Kembali Menjadi yang Terbaik
Biasanya, gejala mata gatal akibat alergi mereda dalam beberapa hari setelah paparan alergen dihentikan. Namun, apabila keluhan memburuk atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan ke dokter perlu segera dilakukan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (*)