50 Rumah Warga Sirih Sekapur Terendam
BANJIR: Pemukiman warga di Dusun Tukum Dua, Desa Sirih Sekapur yang terendam banjir.-SITI HALIMAH/JAMBIINDEPENDENT-
MUARABUNGO,JAMBIKORAN.COM – Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Jujuhan sejak Sabtu malam (27/12), menyebabkan anak Sungai Tukum meluap dan mengakibatkan banjir di Dusun Tukum Dua, Desa Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo.
Luapan air mulai terjadi sekitar pukul 20.00, dengan ketinggian air mencapai sekitar 2 meter. Akibatnya, sebanyak 50 rumah warga atau Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir. Genangan air mulai masuk ke permukiman warga sejak Minggu dini hari (28/12) sekitar pukul 00.04 dan berlangsung hingga pagi, bahkan siang hari.
BACA JUGA:Warga Keluhkan Banjir Tahunan jadi Langganan, Akibat Sedimentasi Aliran Sungai Lagan
BACA JUGA:Lapas Bungo Berikan Remisi Khusus Natal 2025 kepada Warga Binaan Nasrani
Kondisi tersebut memaksa warga yang terdampak untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke rumah sanak keluarga yang tidak terdampak banjir. Selain rumah warga, satu unit mushola juga ikut terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter.
Rio Sirih Sekapur, Antoni Nuzerman, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa banjir terjadi akibat intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga debit air anak Sungai Tukum meningkat secara drastis.
“Betul, sebanyak 50 kepala keluarga warga Tukum Dua terdampak luapan banjir anak Sungai Tukum,” ujar Antoni Nuzerman.
Ia berharap curah hujan segera berhenti agar kondisi air sungai tidak terus bertambah dan banjir tidak semakin meluas. Saat ini, pemerintah desa bersama warga setempat telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat.
BACA JUGA:Imbau Warga Waspada Banjir Kiriman, BPBD Kota Jambi: 6 Wilayah Rawan Terdampak
BACA JUGA:Masifkan Gotong-Royong di Masyarakat, Wawako Diza Sebut untuk Ansitisipasi Banjir
“Upaya yang kami lakukan bersama-sama warga adalah mengevakuasi barang-barang berharga ke dataran yang lebih tinggi dan aman dari ancaman banjir. Kami juga meminta kepala kampung dan ketua RT agar melaporkan setiap saat terkait kerugian warga yang terdampak banjir,” jelasnya.
Antoni juga menambahkan bahwa seluruh kejadian banjir tersebut telah dilaporkan ke pihak kecamatan sebagai langkah awal koordinasi penanganan lebih lanjut.
“Saat ini, 50 rumah warga yang terendam dengan ketinggian air sekitar satu meter serta satu mushola sudah kami laporkan ke kecamatan,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Mengingat kondisi cuaca yang belum sepenuhnya membaik.