SPPG Bakal Serap 1,5 Juta Tenaga Kerja

--

Pemerintah memproyeksikan ekosistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mampu menyerap hingga 1,5 juta tenaga kerja sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Program ini diharapkan menjadi instrumen strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.


Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Nunung Nuryartono, mengatakan pemerintah ingin memastikan bahwa harapan untuk hidup sejahtera masih terbuka bagi masyarakat miskin ekstrem.


“Kita ingin membuktikan bahwa harapan untuk sejahtera itu masih ada. Kita juga ingin membuktikan bahwa kemiskinan ekstrem itu dapat dihentikan,” kata Nunung, Senin (29/12).
Pernyataan tersebut disampaikan Nunung saat acara Kick Off Piloting Program Miskin Ekstrem Pasti Kerja yang digelar di Dapur SPPG Desa Badang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Nunung menyebutkan, dengan lebih dari 25.000 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia, program Miskin Ekstrem Pasti Kerja diyakini mampu menjadi motor penggerak penciptaan lapangan kerja produktif, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal.
Melalui program ini, Kemenko PM menargetkan sedikitnya 10.000 warga miskin ekstrem dapat terserap ke dalam lapangan kerja produktif.
Dalam tahap percontohan, tercatat sebanyak 300 peserta telah mengikuti pelatihan. Ratusan peserta tersebut akan ditempatkan di tujuh SPPG di Kabupaten Jombang, yakni SPPG Banjaragung, SPPG Diwek Diwek, SPPG Diwek Puton, SPPG Ngoro Badang, SPPG Ngoro Badang 2, SPPG Jombang Tambakrejo 5, serta SPPG Jombang Kepanjen.
Para peserta akan mulai bekerja sebagai petugas SPPG pada bagian pemorsian Makan Bergizi Gratis (MBG), pembersihan ompreng, serta tugas operasional lainnya mulai 5 Januari 2026.

Saat ini, tingkat kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jombang tercatat sekitar 0,4 persen atau setara dengan 5.100 orang. Kemenko PM optimistis angka tersebut dapat terus ditekan seiring perluasan SPPG yang membentuk ekosistem ekonomi lokal, mulai dari petani, pedagang, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja dapur SPPG.
Jika proyek percontohan ini berjalan sukses, Kemenko PM berencana mereplikasi program Miskin Ekstrem Pasti Kerja di berbagai daerah lain. Replikasi akan dilakukan dengan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kementerian dan lembaga terkait, mitra swasta, serta masyarakat. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan