JAKARTA, JAMBIKORAN.COM – Gelombang demonstrasi kembali terjadi di sekitar Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat siang.
Aksi ini diikuti oleh ratusan massa yang terdiri dari warga dan pengemudi ojek daring.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa para demonstran mulai berkumpul setelah salat Jumat. Mereka meneriakkan slogan-slogan bernada protes seperti "pembunuh" sambil mengarahkan teriakan ke arah Mako Brimob.
Awalnya, aparat TNI yang berjaga membatasi pergerakan massa sejauh 500 meter dari markas. Namun setelah beberapa saat, peserta aksi diizinkan mendekat sekitar 20 meter.
BACA JUGA:Tol Tempino–Ness Raih Sertifikat Laik Fungsi dan Operasional dari PUPR, Betung-Jambi Jadi 2 Jam Saja
BACA JUGA:Fadhil Bergerak, Dua Penghargaan Nasional Diraih Sekaligus
Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi yang sudah berlangsung sejak Kamis malam, sebagai bentuk protes atas insiden yang menewaskan seorang pengemudi ojek online, Afan Kurniawan.
Ia dilaporkan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob jenis Barracuda saat terjadi pengamanan pada malam sebelumnya.
Hingga pukul 13.13 WIB, situasi masih dipenuhi dengan suara orasi dan teriakan tuntutan dari para peserta aksi.
Lalu lintas di sekitar Jalan Kramat Kwitang, khususnya dari arah Tugu Tani menuju flyover Senen, lumpuh total.
BACA JUGA:BNNP Jambi Rehabilitasi 75 Pengguna Narkoba, Mayoritas Buruh dan Pengangguran
BACA JUGA:Kapolri Sampaikan Permintaan Maaf Langsung ke Keluarga Ojol Korban Tabrakan Rantis Brimob
Petugas menutup akses jalan dengan menempatkan truk dan pembatas jalan di sekitar Tugu Tani.
Sebelumnya, sempat ada kesepakatan untuk mempertemukan perwakilan dari ojek daring dengan pihak Brimob.
Namun, hingga berita ini diturunkan, proses mediasi tersebut belum terlihat dilaksanakan.
Situasi masih dijaga ketat oleh aparat gabungan guna mengantisipasi potensi kericuhan. (*)