Bukan Hanya Karena Kurang Tidur, Ini 6 Penyebab Lain Kantung Mata

Penyebab kantong mata-foto; ilustrasi-jambi independent

3. Kurangnya Perawatan Kulit

Tidak menjaga area kulit di bawah mata dengan baik juga bisa menyebabkan munculnya kantung mata. Kulit di area ini cenderung lebih kering dan lebih cepat kehilangan elastisitas dibandingkan area lainnya, sehingga membutuhkan perawatan ekstra. Jika kamu tidak secara rutin membersihkan, melembapkan, dan melindungi kulit di sekitar mata, kantung mata bisa muncul lebih cepat.

Penggunaan krim mata yang mengandung bahan seperti retinol, hyaluronic acid, dan vitamin C dapat membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Selain itu, penting untuk selalu menggunakan tabir surya, bahkan di sekitar mata, untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV yang dapat mempercepat penuaan dan memicu hiperpigmentasi.

4. Stres dan Kelelahan

Meskipun kantung mata tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur, kelelahan fisik dan mental bisa memperburuk penampilannya. Stres dan kelelahan menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak kortisol, hormon stres yang dapat mempengaruhi aliran darah dan menyebabkan pembengkakan di bawah mata. Selain itu, ketika tubuh lelah, sirkulasi darah melambat, menyebabkan darah menumpuk di area bawah mata dan menciptakan bayangan gelap.

Stres juga bisa memicu kebiasaan buruk seperti tidur yang tidak teratur, menggosok mata, atau pola makan yang tidak sehat, yang semuanya bisa berkontribusi pada munculnya kantung mata. Menjaga rutinitas tidur yang baik, mengelola stres dengan relaksasi, dan memperhatikan kesehatan mental bisa membantu mengurangi dampak negatif ini pada penampilan.

BACA JUGA:Heboh Nikita Mirzani dan Loly, Ini Kiat Hadapi Konflik Antara Orang Tua dan anak

BACA JUGA:Jangan Takut, Ini Langkah-Langkah Untuk Sanggah Hasil Seleksi CPNS!

5. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, kulit secara alami mulai kehilangan elastisitasnya. Kulit di sekitar mata adalah salah satu area yang paling tipis dan rentan terhadap tanda-tanda penuaan. Ketika kita semakin tua, jaringan dan otot yang menopang kelopak mata mulai melemah, menyebabkan lemak yang biasanya mendukung mata bergeser ke area bawah mata. Inilah yang membuat kantung mata tampak lebih menonjol, disertai dengan kulit kendur dan bengkak.

Selain itu, produksi kolagen, protein yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis, juga menurun seiring waktu. Akibatnya, kulit di sekitar mata menjadi lebih longgar dan lebih mudah terpengaruh oleh faktor eksternal seperti gaya hidup atau paparan sinar matahari. Penuaan tidak dapat dihindari, namun ada cara untuk memperlambat tanda-tanda penuaan ini. Misalnya dengan menjaga kulit tetap terhidrasi, menggunakan pelembap, dan melindungi kulit dari sinar UV.

6. Genetika

Faktor genetik juga berperan besar dalam munculnya kantung mata. Jika orang tua atau anggota keluarga dekatmu cenderung memiliki kantung mata, besar kemungkinan kamu juga akan mengalaminya. Beberapa orang secara alami memiliki kulit yang lebih tipis di sekitar mata atau memiliki lebih banyak pigmen, yang bisa membuat area bawah mata terlihat lebih gelap dan bengkak, bahkan di usia muda.

Selain itu, kantung mata yang diwariskan secara genetik cenderung lebih sulit dihilangkan dengan metode sederhana seperti tidur yang cukup atau penggunaan krim mata. Meskipun genetik bukan sesuatu yang bisa diubah, kamu masih bisa mengelola penampilannya dengan perawatan kulit yang tepat atau bahkan melalui prosedur medis tertentu jika diperlukan. (*)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan