Mesir Jadi Tuan Rumah Pertemuan Puncak Darurat Arab Tentang Palestina

Mesir Jadi Tuan Rumah Pertemuan Puncak Darurat Arab Tentang Palestina-Foto : Ist-Jambi Independent
ANKARA,JAMBIKORAN.COM - Mesir mengumumkan pada Minggu bahwa mereka akan menjadi tuan rumah pertemuan puncak darurat Arab pada 27 Februari untuk membahas perkembangan yang sedang berlangsung di wilayah Palestina.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Mesir melaporkan bahwa pertemuan puncak yang dijadwalkan berlangsung di ibu kota Kairo tersebut diadakan setelah koordinasi dengan Bahrain sebagai presiden Liga Arab saat ini.
Keputusan untuk menyelenggarakan pertemuan puncak ini diambil setelah konsultasi dan koordinasi oleh Mesir di tingkat tertinggi dengan negara-negara Arab bersaudara dalam beberapa hari terakhir, termasuk Negara Palestina yang meminta pertemuan tersebut guna membahas perkembangan terbaru dan krusial terkait perjuangan Palestina, menurut pernyataan tersebut.
BACA JUGA:Jangan Panik! Ini Cara Mengatasi Tabung Gas Melon Bocor atau Mendesis
BACA JUGA:Film Horor Pernikahan Arwah Akan Ditayangkan di 7 Negara Asia
Sebelumnya pada Kamis6 Februari 2025, pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu menyarankan agar warga Palestina seharusnya mendirikan negara mereka di Arab Saudi daripada di tanah air mereka sendiri, serta menepis segala gagasan mengenai kedaulatan Palestina.
“Orang-orang Saudi dapat menciptakan negara Palestina di Arab Saudi, mereka mempunyai banyak tanah di sana,” katanya.
Arab Saudi mengecam keras pernyataan Netanyahu tersebut pada Minggu.
Sebelumnya, pada 4 Februari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Washington akan mengambil alih Gaza dan memukimkan warga Palestina ke tempat lain di bawah rencana pembangunan kembali luar yang luar biasa yang dia klaim dapat mengubah wilayah tersebut menjadi "Riviera Timur Tengah."
BACA JUGA:Bantu Akses Pendanaan UMKM yang Terlibat Makan Bergizi Gratis
BACA JUGA:Atasi Rambut Lepek dan Bau Dengan Menggunakan 4 Masker Alami
Usulan itu mendapat kecaman luas dari warga Palestina, negara-negara Arab, serta banyak negara lain di dunia, termasuk Kanada, Prancis, Jerman, dan Inggris. (*)