Unjuk Rasa di Jambi Ricuh, Mobil Dinas Dibakar dan Fasilitas DPRD Dirusak

Sabtu 30 Aug 2025 - 08:36 WIB
Reporter : Finarman
Editor : Finarman

JAMBI, JAMBIKORAN.COM – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Kota Jambi pada Jumat (29/8) siang berubah menjadi anarkis.

Massa membakar beberapa unit mobil dinas,  1 unit mibil jurnalis Jambi, dan merusak sejumlah fasilitas di kompleks Perkantoran Provinsi Jambi.

Menurut Asisten III Administrasi Umum Pemprov Jambi, Jangcik Mohza, satu kendaraan terlihat dibakar di area parkir Sekretariat Dewan (Setwan).

Ia menyampaikan bahwa jumlah kendaraan yang mengalami kerusakan masih dalam pendataan lebih lanjut.

BACA JUGA:Bupati Hurmin Terima Penghargaan Penyaluran Dana Desa Tercepat

BACA JUGA:Kericuhan di DPRD Jambi, Mobil Dinas Terbakar, Mahasiswa dan Polisi Luka, Massa Tuntut Reformasi Polri

“Yang terlihat terbakar satu unit mobil dinas, lokasinya dekat area parkir Setwan,” ujar Jangcik di lokasi kejadian.

Sejumlah kendaraan lain yang berada di sekitar lokasi berhasil dipindahkan oleh pegawai guna menghindari kerusakan lebih lanjut.

Dua unit di antaranya mengalami kerusakan di bagian kaca depan serta goresan akibat lemparan batu.

Tidak hanya kendaraan, fasilitas gedung DPRD pun ikut menjadi sasaran. Massa merusak kaca jendela dan perabotan seperti meja dan kursi di lantai satu gedung tersebut.

BACA JUGA:Situasi Masih Mencekam, Pos Lantas di Simpang BI Telanaipura Jambi Dibakar Massa

BACA JUGA:Jadi yang Pertama, Realme Pamerkan Ponsel Pintar Berbaterai Ultra High Density 15.000 mAh

Di halaman gedung DPRD, sebuah videotron milik Setwan juga dirusak, sementara panggung reklame di halaman kantor Gubernur Jambi dilaporkan dibakar.

Kericuhan akhirnya berhasil diredam sekitar pukul 18.30 WIB setelah aparat keamanan menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water cannon untuk membubarkan massa.

Untuk pengamanan, sebanyak 500 personel gabungan dari Brimob, Polresta, dan Polda Jambi diterjunkan ke lokasi aksi.

Aksi tersebut merupakan gabungan dari elemen masyarakat sipil dan mahasiswa yang menuntut sejumlah isu daerah, namun berubah menjadi tindakan perusakan yang kini dalam penyelidikan pihak berwajib. (*)

Kategori :