7 Kerbau Mati Terserang Penyakit

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batang Hari Mara Mulya Pane-Subhi/Jambi Independent-Jambi Independent

BATANG HARI - Tujuh ekor kerbau di daerah Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi dilaporkan mati akibat di serang penyakit Septicaemia Epizootica (SE).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batang Hari Mara Mulya Pane di Muara Bulian, Rabu, mengatakan bahwa ada 30 ekor hewan di desa Rambutan Masam terserang penyakit ngorok pada kerbau.

"Ya kemarin kita mendapatkan laporan ada hewan ternak milik pertenak di daerah itu terserang penyakit SE,"katanya.

Penyakit SE ini merupakan penyakit hewan yang bersifat akut dan fatal, disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebabkan kematian mendadak pada kerbau dan sapi.

BACA JUGA:Lima Yayasan Terafiliasi NII Dibekukan, Operasi Kotak Amal dalam Pengawasan

BACA JUGA:Status Siaga Karhutla hingga Oktober 2025, BPBD Batang Hari : Musim Kemarau Masih Panjang

Bakteri itu pada sapi atau kerbau menyerang pada saluran napas, selain itu juga menyerang pada organ-organ lain. Seluruh bagian dari tubuh ternak bisa terserang penyakit tersebut.

Dapat diketahui, total keseluruhan kerbau di daerah Rambutan Masam yang terserang panyakit SE sebanyak 30 ekor, akan tetapi ada tujuh ekor kerbau yang mati dan 23 ekor potong secara paksa.

Untuk mencegah penyakit SE ini, pemerintah Kabupaten Batang Hari secara intens melakukan vaksinasi serta mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya peternak untuk rutin melakukan pembersihan kandang secara teratur dengan desinfektan.

Selain itu juga, kepada masyarakat dan para peternak bagi memiliki hewan ternak dapat memberikan vitamin serta pengobatan untuk hewan-hewan yang terkena penyakit ngorok tersebut.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin melaksanakan pengobatan dan pemberian vitamin silahkan memasukkan surat ke Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Batang Hari.

"Ya pemberian vitamin itu untuk kekebalan pada hewan ataupun berikan asupan sehingga penyakit tersebut bisa kita meminimalisirkan,"tutupnya. (Sub/Viz)

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan