Gaji Perangkat Desa dan BPD Dipotong Dampak Efisiensi Anggaran di Tebo
A. Malik, Kadis PMD Tebo. -Dok/jambi independent-
MUARATEBO - Efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tebo berdampak langsung pada penurunan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2026. Anggaran ADD yang sebelumnya sebesar Rp72 miliar kini berkurang menjadi Rp52 miliar.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Tebo, A. Malik, menjelaskan bahwa kondisi tersebut berimbas pada Siltap (penghasilan tetap) seluruh perangkat desa.
“Ada sekitar 50 persen desa yang setelah dihitung Siltap-nya, anggarannya tidak mencukupi,” ujar Malik.
Sebagai langkah antisipasi, seluruh desa diminta melakukan penyesuaian, salah satunya berupa pengurangan tunjangan kepala desa dan perangkat desa.
BACA JUGA:Rencana Besar Bupati Dedy Putra Ubah Wajah Kota, Ingin Jadikan Bungo Lebih Modern dan Nyaman
BACA JUGA:Jennifer Coppen Angkat Bicara Usai Justin Hubner Dikritik karena Tegur Kamari
Tidak hanya itu, gaji anggota BPD juga ikut mengalami penurunan, dengan besaran pemotongan berkisar Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per orang.
Malik menegaskan, pihaknya telah memanggil seluruh kepala desa dan bendahara desa untuk membahas persoalan ini.
“Kita sudah panggil semua kades dan bendahara, persoalan sudah dibahas. Alhamdulillah semua kepala desa bisa memahami kondisi ini,” jelasnya.
Selanjutnya, para kepala desa diminta untuk segera mensosialisasikan keputusan tersebut kepada perangkat desa, mulai dari kadus, RT, hingga tokoh masyarakat dan tokoh agama. (*)