BACA JUGA:Elon Musk Dikabarkan Akan Bertemu Presiden Jokowi di Bali
“Hi James. Benarkah itu Anda yang masak? Saya gak percaya. Enak luar biasa", kata saya.
"Masak, menciptakan lagu, dan merancang desain arsitektur itu sama. Harus pakai hati," jawab James.
Sialan. Jawaban itu enak sekali untuk dikutip sebagai direct quotation. Wartawan suka dengan jawaban seperti itu, hanya kadang diabaikan.
Di samping mencipta lagu James Anda sudah tahu: ia seorang arsitek. Masuknya di ITB, lulusnya di Taruma Negara.
BACA JUGA:Ini Dia Makanan dan Minuman Penyebab Kolesterol Tinggi, Cek Apa Saja
BACA JUGA:Apasih Alasan Para Zodiak Suka Begadang ? Ini Penjelasannya!
Masakan, lagu dan desain arsitektur itu harus saling menyempurnakan. Hilang salah satunya hidup tidak akan lengkap. Itu masih kata-kata James.
"Makanan untuk kenikmatan mulut. Lagu untuk kenikmatan telinga. Desain arsitektur untuk kenikmatan mata," kata James.
Tapi kenapa suka di dapur?
"Tempat yang paling hangat adalah di dapur," jawabnya. Saya pun terbahak. Benar sekali. Apalagi di musim dingin.
BACA JUGA:Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP Minta KPU Legalkan Politik Uang Dalam Pilkada 2024
BACA JUGA:Akibat Pemberlakuan KRIS, Asosiasi RS Sebut Rumah Sakit Bisa Kekurangan Tempat Tidur
James pintar masak apa saja. Pun soto. Ketoprak. Gado-gado. Yang belum bisa: rawon. Saya pun ingin menduetkan James dengan istri saya. Suatu saat.
Masak hanya untuk suami istri itu punya kelemahan. Sulit menyiapkan bahan. James hanya berdua dengan istri. Anaknya sudah seperti budaya Amerika: dewasa harus mandiri.
Sang anak sudah 26 tahun. Ganteng. Gagah. Bulan depan akan pindah ke Austin, Texas.