Danantara Siap Kembangkan Proyek Hilirisasi Nikel

Jumat 29 Aug 2025 - 19:25 WIB
Reporter : Antara
Editor : Antara

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Indonesia melalui Danantara Investment Management telah resmi mengumumkan penandatanganan Pokok Perjanjian (Head of Agreement - HoA) dengan GEM Co.,Ltd. (GEM), perusahaan publik global terkemuka di bidang metalurgi hijau dan solusi ekonomi sirkular. 

Hal ini sebagai bagian dari komitmennya untuk memperkuat potensi investasi di Indonesia. Lewat penandatanganan ini, Danantara Indonesia telah menetapkan kerangka kerja untuk potensi investasi bersama yang strategis di sektor hilir Indonesia yang sedang berkembang pesat, 

Yang mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk memajukan pembangunan industri berkelanjutan dan meraih nilai jangka panjang dalam transisi energi global.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menyatakan bahwa kemitraan dengan GEM merupakan tonggak penting lainnya dalam misi Danantara Indonesia untuk mengkatalisasi investasi strategis yang mempercepat transformasi sosial-ekonomi Indonesia.

BACA JUGA:Bos Maktour Fuad Hasan Diperiksa KPK

BACA JUGA:Jumlah Kasus Stunting di Jambi Naik, Al Haris Rencana Gerakan 5B

“Dengan bekerja sama dengan pelopor global dalam metalurgi hijau, kami memajukan agenda hilirisasi negara ini sekaligus memastikan keberlanjutan dan inovasi tetap menjadi yang terdepan,” tutur Rosan.

Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa GEM dikenal luas atas komitmennya yang kuat terhadap pengembangan sumber daya manusia. 

Di Indonesia sendiri, GEM telah melakukan investasi signifikan dalam material energi baru berbasis nikel, termasuk pendirian kawasan industri nikel berteknologi tinggi, laboratorium inovasi bersama dengan universitas papan atas di Indonesia dan China, dan program beasiswa yang menghasilkan lulusan magister dan doktoral di bidang metalurgi. Sejalan dengan komitmen ini, perusahaan juga telah menginvestasikan USD 30 juta untuk bersama-sama mendirikan laboratorium penelitian metalurgi mutakhir bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan tujuan memperkuat peran Indonesia sebagai pusat penelitian dan pengembangan. 

Dirinya optimis bahwa dalam lima tahun ke depan, inisiatif di Indonesia Green Industrial Park (IGIP) bertujuan untuk menciptakan hingga inisiatif di Indonesia Green Industrial Park (IGIP) bertujuan untuk menciptakan hingga 80.000 lapangan kerja baru, yang memberikan manfaat ekonomi yang luas.

“Visi jangka panjangnya melampaui pemrosesan nikel dan mencakup material katoda, sel baterai, pelat nikel berkualitas tinggi, dan manufaktur alat berat,” tutur Rosan.

“Dirancang untuk beroperasi dengan energi hijau dan didukung oleh sistem daur ulang loop tertutup, proyek ini mengintegrasikan keberlanjutan di setiap tahap produksi sekaligus memperkuat daya saing industri jangka panjang Indonesia,” tambahnya.

Diketahui, perjanjian ini menetapkan kerangka kerja untuk potensi investasi bersama dalam fasilitas peleburan High-Pressure Acid Leaching (HPAL) dengan kapasitas rencana 66.000 ton nikel dalam endapan hidroksida campuran per tahun. 

Proyek yang bernilai sekitar USD 1,42 miliar ini, dibangun berdasarkan kemitraan yang telah terjalin antara PT Vale Indonesia Tbk dan GEM, dengan Danantara Indonesia kini bergabung dalam kolaborasi ini, dengan potensi partisipasi dari mitra global lainnya. (*)

 

Kategori :

Terkait